Gangguan Mood Si Calon Ibu

01.35 Posted In Edit This 0 Comments »

Wow, siapa sih tak bahagia mendapati tanda positif pada alat tes kehamilan. Setelah itu akan banyak yang dialami seorang ibu hamil, termasuk berbagai perasaan yang dialami. Seperti tiba-tiba menitikkan air mata tanpa sebab, atau memikirkan kesehatan si janin sampai tak bisa tidur.

“Akar” Baby Blues. “Selama hamil, sangat normal apabila calon ibu mengalami mood swing, emosi dan suasana hati yang naik-turun secara fluktuatif. Sebagian besar ibu hamil mengalaminya, hanya saja ada yang ringan, dan ada yang ekstrim. Penyebab secara internal, perubahan tubuh dan hormonal ibu hamil,” jelas Dra. Risa Kolopaking, MSi., psikolog pada RSIA Hermina Bekasi. Di samping itu tentu ada faktor psikologis yang juga bisa mencetus.

Meskipun mood swing adalah hal umum bagi sebagian besar ibu hamil, namun 1 dari 10 ibu hamil yang mengalaminya, dapat mengalami fluktuasi ekstrim dan mengalami masalah yang signifikan, demikian ungkap sebuah majalah Australia.

Berikut beberapa tanda yang perlu dicermati:

  • Kehamilan tak diinginkan
  • Kehamilan berisiko
  • Jarak kehamilan yang terlalu dekat
  • Riwayat keguguran
  • Kehamilan normal tapi punya pengalaman anak pertama sakit berat atau pengalaman mengasuh anak pertama sulit

Anda tak sendirian. Benarkah semakin calon ibu banyak tahu dan kritis dengan berbagai perkembangan, prevalensi terjadinya pre-baby blues makin besar? “Memang belum ada studi yang berkait dengan hal ini, tapi dari pengalaman saya di lapangan, ini banyak saya termukan. Menariknya, ini khas ibu-ibu perkotaan. Sebab, pengetahuan yang diterima calon ibu sebelum dan selama hamil banyak secara jumlah tapi sayangnya tidak utuh,” ungkap Risa.

Akibat memiliki banyak pengetahuan, kesadaran ibu meningkat. Tetapi tanpa informasi yang utuh, kesadaran yang awalnya merupakan hal baik berbalik menimbulkan “tekanan” pada diri ibu. Ibu ingin agar anaknya mendapat stimulasi tepat, terhindar dari penyakit, ingin segalanya serba sempurna. “Sudah begini, ibu sebaiknya banyak berdiskusi dengan orang yang ahli di bidangnya, agar dapat gambaran yang utuh. Apabila menyangkut penyakit anak, berdiskusilah dengan dokter anak, seputar gizi tanyalah pada ahli gizi dan seterusnya,” lanjut ibu yang ditempa oleh pengalaman hamil dan membesarkan 3 putra-putri ini.

Meskipun calon ibu tak menyadari adanya perubahan emosi yang fluktuatif bahkan ketika telah terakumulasi menjadi depresi, setiap ayah dan ibu harus menerima kenyataan bahwa perubahan yang dialami ibu hamil, tak hanya sebatas perubahan fisik. Mood swing adalah perubahan pada tataran psikologis yang umum dialami sebagian besar ibu hamil. Anda dan pasangan memang tak perlu membesar-besarkan masalah ini, namun fenomena ini tak boleh diabaikan.

Masa trimester pertama, saat perubahan besar-besaran, calon ibu mengalami morning sickness disertai mood swing yang cukup menyolok. Memasuki trimester kedua, calon ibu biasanya sudah mulai beradaptasi. Memasuki trimester tiga,sekitar usia kehamilan 7 – 8 bulan, mood swing hebat bisa menghinggapi calon ibu.

“Sebagian ibu hamil, justru baru mengalami mood swing di trimester terakhir. Di antaranya, karena kelelahan fisik mencapai puncaknya, rasanya seperti “bisul” yang mau pecah. Selain itu, muncul pula rasa bosan terhadap kondisi fisik yang serba kurang nyaman ini. Apabila ibu hamil mengisi hari-harinya dengan kegiatan yang bisa mengalihkan perhatiannya dari kondisi ini, mood swing parah bisa dihindari, bahkan diminimalkan,” jelas Risa.

Memiliki bekal pengetahuan yang banyak ternyata tidaklah cukup. Belajar menerima mengenali dan beradaptasi dengan perubahan adalah kunci sukses menjadi ibu dan ayah baru. Sudah terlanjur kurang menyadarinya?! Tak perlu merasa bersalah. Apapun pengalaman Anda selama bertransformasi jadi orang tua adalah “guru” terbaik bagi Anda dan si kecil.
iwa, tingkatan paling parah dari fluktuasi emosi dan psikologis ibu hamil ini disebut sebagai gejala pre-baby blues atau mood disorder, yang apabila terakumulasi bisa menjadi depresi. Bukan hanya karena memiliki ciri yang mirip dengan baby blues, yang dialami ibu setelah melahirkan. Istilah ini juga mengacu pada hasil temuan para psikiater, apabila tak terdeteksi dini dan ditangani dengan tuntas, bisa menjadi “akar” dari baby blues atau post partum depression.

Dukunglah calon ibu. “Selama calon ibu mendapat cukup dukungan dari orang-orang sekitar, merasa bahagia, memiliki pandangan positif terhadap kehamilan, didampingi orang-orang yang berpandangan positif terhadap kehamilan, juga suami yang memberi ketenangan, perhatian dan kasih sayang, ia akan survive. Yang tak boleh dilupakan: asupan zat gizi dan istirahat yang cukup,” tambah psikolog perkembangan yang sedang menyelesaikan studi S3 bidang gizi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.

Yang singkat, yang lama. Bagaimana cara membedakan mood swing biasa dengan depresi kehamilan? Tentu calon ibu dan ayah perlu teliti membaca beberapa tanda. Apabila Anda mengalami beberapa hari suasana hati yang kelabu atau cemas, tak perlu terlalu khawatir. Ini masih taraf normal. Tapi jika Anda mengalaminya lebih dari seminggu bahkan beberapa minggu dan tak bisa mengendalikan diri, cepatlah cari bantuan.

Risa mengungkap checklist tanda “siaga satu” yang harus dicermati calon ibu dan ayah, berikut:

  • calon ibu tidak bisa berkonsentrasi, mengingat, atau mengambil keputusan
  • mengganggu pekerjaan dan aktivitas sehari-hari
  • mengganggu hubungan calon ibu dengan orang-orang sekitarnya
  • calon ibu tak bisa mengurus diri sendiri, keluarga dan anak (apabila kehamilan kedua)
  • kondisi calon ibu mengancam keselamatan janin (misalnya, menolak makan, atau makan berlebihan, sampai keinginan untuk bunuh diri)

Cari bantuan. Bantuan bisa diperoleh dari dokter kandungan, psikolog dan apabila diperlukan, ibu bisa konsultasi dengan psikiater. Biasanya konsultasi dengan psikolog sudah cukup. Dari seorang psikolog, calon ibu bisa mendapatkan bimbingan perilaku, cara pandang dan advis yang menenangkan agar ibu bisa berperasaan positif. Bedanya, konsultasi dengan psikiater, selain advis, apabila diperlukan, ibu akan memperoleh antidepresan dalam dosis rendah agar depresi ibu terkendali tetapi tak membahayakan janin.


ayahbunda.com

Maag Saat Hamil

01.27 Posted In Edit This 0 Comments »
Salah satu penyakit yang menyerang ibu hamil adalah maag. Bahkan Anda yang tadinya tidak mengidap maag, bisa saja kena maag ketika hamil. Bagaimana mengatasinya?
Banyak hal yang menyebabkan terjadinya sakit maag saat hamil, antara lain mual dan muntah yang membuat Anda malas makan. Ngidam makan makanan yang terlalu pedas atau asam, juga bisa menjadi pemicu asam lambung. Selain itu, hormon progesteron yang diproduksi pada masa kehamilan juga dapat meningkatkan asam lambung.
Maag atau asam lambung yang tidak kelola lama-kelamaan bisa menimbulkan luka lambung. Jika sudah semakin parah, maka dibutuhkan operasi untuk mengatasinya. Untuk menghindarinya, atasi dengan hal-hal berikut:
  1. Hindari perut kosong
  2. Atur jadwal makan dengan pola porsi kecil dan frekuensi lebih sering
  3. Kunyah makanan dengan baik
  4. Kurangi makanan pedas, asam, mengandung gas karbondioksida, berlemak, dan berminyak.
  5. Hindari stres, karena dapat menyebabkan perubahan hormonal di tubuh yang merangsang sel-sel lambung memproduksi asam berlebihan.
  6. Konsultasikan kepada dokter obat maag yang tepat. Jangan minum obat maag sembarangan.
  7. Hindari posisi berbaring setelah makan, karena berbaring dengan lambung penuh akan membuat asam lambung mudah berbalik lagi ke kerongkongan.
  8. Saat berbaring, posisi kepala lebih tinggi dari kaki, untuk mencegah asam lambung naik ke kerongkongan dan mencegah heartburn.
  9. Kenakan pakaian longgar untuk menghindari tekanan pada perut.
Terhindar dari sakit maag, kehamilan Anda pasti akan lebih nyaman. Ayo, perhatikan asupan makanan Anda, agar terhidar dari sakit maag.
.

ayahbunda.com

Tips Kehamilan: Sarapan Tanpa Rasa Mual

01.26 Posted In Edit This 0 Comments »
Uh, bangun tidur perut sudah langsung terasa mual. Bagaimana bisa sarapan kalau hasrat untuk makan pun hilang karena rasa mual di trimester pertama?

Ya. Seringkali keinginan untuk sarapan hilang karena rasa mual yang dialami ibu hamil. Padahal, sarapan itu penting sebagai 'bahan bakar' untuk menjalani aktivitas seharian. Pola makan yang baik, terbentuk sejak sarapan.

Lalu, bagaimana kiat-kiat memilih makanan untuk sarapan yang tidak menambah rasa mual dan ingin muntah?
  • Pilih menu yang tidak membuat mual, seperti yang terlalu manis, bersantan, dan sebagainya.
  • Hindari makan makanan yang mengandung lemak tinggi.
  • Hindari makan makanan yang semi basah. Makanlah makanan yang kering, ringan, dan menyegarkan seperti krakers atau buah kering.
  • Bagi Anda yang tidak suka minum susu, Anda bisa mengolah susu menjadi puding, sehingga kebutuhan ibu hamil akan susu tetap terpenuhi.
  • Makanlah sedikit demi sedikit, tapi sering.
  • TInggalkan kopi dan creamer. Ganti dengan teh hangat beraroma buah ato peppermint.
Bagaimana, Bunda? Ayo jangan ragu lagi untuk tetap memenuhi kebutuhan gizi Anda ketika sarapan, asal tahu trik-trik-nya. Enjoy your breakfast!

Angela Wika C.K - Redaksi Ayahbunda-Online

Obat Batuk Pilek Untuk Ibu Hamil

01.01 Posted In Edit This 0 Comments »
Bermacam-macam keluhan terjadi sejak awal kehamilan, salah satunya adalah batuk dan pilek. Mau minum obat, tapi takut tidak aman untuk kehamilan. Cek dulu obat yang aman dan tidak aman untuk batuk dan pilek berikut.

Tidak ada obat yang manjur untuk menghilangkan keluahan batuk, pilek, serta infeksi virus flu yang diderita ibu hamil. Normalnya, keluahan ini akan hilang sendiri setelah berisitirahat total selama 2 – 3 hari.

Obat aman:
  • Parasetamol
  • Madu ditambah peppermint, diseduh dengan air hangat
  • Mentol dan minyak kayu putih untuk mengatasi hidung tersumbat
  • Permen pelega tenggorokan
Obat tidak aman:
  • Obat batuk/pilek/flu yang mengandung campuran beberapa senyawa berbahaya, seperti kafein, alkohol, kodein, efedrin, dan dekstrometrorfan, karena dapat meningkatkan tekanan darah Anda dan memicu denyut jantung janin.
  • Vitamin C dosis tinggi, dapat membahayakan perkembangan janin.
Terapi alternatif:
  • Minum banyak cairan untuk mengganti cairan yang banyak keluar dalam bentuk pilek.
  • Minum jus jeruk atau blackcurrant yang akan membantu menambah kadar vitamin C.
  • Minum campuran jeruk nipis dan madu yang diseduh air hangat.
  • Hirup uap hangat dari air hangat yang ditetesi minyak pelega hidung tersumbat, seperti mentol, atau minyak kayu putih.

Jika mungkin, hindari sebisa mungkin konsumsi obat. Selain beristirahat dan mencoba terapi alternatif, Anda juga perlu menyediakan sekotak tissue untuk 'melawan' pilek. Bila dahak Anda kental dan berwarna kuning kehijauan, konsultasikan ke dokter.

Mual Muntah Saat Awal Kehamilan? Berbahayakah Buat Bayi ?

00.12 Posted In Edit This 0 Comments »
Morning sickness atau rasa mual dan muntah yang terjadi pada kehamilan di trimester pertama (0-12minggu).

Penyebab yang pasti masih belum diketahui diduga karena pengaruh perubahan psikologis dan adanya pengaruh perubahan hormonal selama kehamilan.

Hasil laporan menunjukkan bahwa hampir 50-90% dari wanita hamil mengalami mual pada trimester pertama (3 bulan pertama kehamilannya. Mual terhadap makanan tertentu, bahkan hanya karena mencium bau makanan tertentu saja.

Setiap wanita hamil akan memiliki derajat mual yang berbeda-beda, ada yang tidak terlalu merasakan apa-apa, tapi ada juga yang merasa mual dan ada yang merasa sangat mual dan muntah setiap saat sehingga memerlukan pengobatan (hiperemesis gravidarum) Setiap wanita adalah special, dengan karakteristik tersendiri.

Morning sickness walaupun disebut sebagi morning sickness bukan berarti rasa mualnya hanya terjadi di pagi hari saja, rasa mual dapat terjadi setiap saat, bisa malam, siang ataupun setiap waktu..

Apakah Bahaya buat bayi dalam kandungan?

Anda tak perlu kuatir kalau bayi anda tak cukup nutrisi. Di awal kehamilan ini kebanyakan wanita hamil hanya sedikit saja meningkat berat badannya dan ini tidak mempengaruhi perkembangan bayi anda. Yang paling penting anda tetap berusaha makan selagi anda dapat makan (jumlah kecil dan sering), banyak minum dan istirahat yang cukup.

Kapankah mual muntah ini akan hilang? Jangan kuatir karena biasanya keluhan mual-muntah akan menghilang pada akhir trimester pertama. Dan anda akan mulai memasuki trimester kehamilan berikutnya dengan perasaan yang lebih baik.

Bagaimanapun morning sickness adalah salah satu bagian dari pengalaman selama kehamilan anda. Ingatkan diri anda bahwa semua ini akan segera berlalu dan anda akan menantikan seorang bayi yang anda dambakan. :)

© Dr.Suririnah-www.InfoIbu.com

Jika Ibu Hamil Alami Nyeri Pinggang

23.34 Posted In Edit This 0 Comments »

Pada saat usia kehamilan menginjak tujuh bulan, ibu hamil banyak mengalami keluhan yang berhubungan dengan ketidaknyamanan yang ia rasakan. Salah satu keluhan yang paling umum dirasakan adalah nyeri pinggang. Jangankan bangkit dari posisi tidur, bangkit dari posisi duduk saja rasanya seperti sakit mengigit.

Umumnya gejala nyeri pinggang ini sangat terasa saat kandungan memasuki usia 5 - 7 bulan, tetapi mungkin juga telah dirasakan saat minggu ke-8 hingga 12 kehamilan. Meskipun bukan tergolong keluhan yang membahayakan, namun jika dibiarkan berlanjut dan tidak ditangani secara tepat maka keluhan ini akan mengganggu aktivitas rutin. Bahkan sakitnya akan terbawa hingga ibu usai melahirkan.

Penyebab nyeri pinggang

Ada banyak hal yang menyebabkan nyeri pinggang ini, diantaranya adalah aktivitas fisik yang berlebihan, seperti; mengangkat benda berat, membungkuk, posisi tubuh yang tidak tepat saat beraktivitas, seperti; naik tangga, duduk dan berdiri dari tempat duduk (seperti masuk dan keluar dari mobil, bak mandi, tempat tidur), memutarkan badan terlalu keras, membungkukkan badan ke depan, berlari, dan berjalan dengan kecepatan yang berlebihan. Gangguan nyeri pinggang akan terasa lebih parah jika sebelum hamil si ibu telah merasakan kondisi ini.

Ada 2 titik lokasi yang diserang oleh rasa nyeri, yaitu;

  1. Pinggang bagian bawah/lumbal. Biasanya rasa nyeri dirasakan pada bagian atas pinggang di garis tengah tulang belakang. Nyeri ini bisa atau tanpa penjalaran ke tungkai atau kaki. Biasanya nyeri ini timbul bila ibu hamil bekerja dengan posisi duduk atau berdiri terlalu lama, atau melakukan pekerjaan mengangkat barang secara berulang. Otot-otot di sepanjang punggung akan terasa tegang.

  1. Panggul bagian belakang. Nyeri pada bagian ini lebih sering dirasakan oleh ibu hamil dibandingkan nyeri pada pinggang bagian bawah. Rasa nyeri dirasakan sampai garis pinggang di atas tulang ekor. Dan cenderung meluas hingga ke bokong dan belakang paha. Nyeri pada bagian ini kadang juga disertai dengan nyeri tulang kemaluan.

Bagaimana mencegah agar nyeri pinggang pada kehamilan tidak semakin berat?

  1. Hindari faktor risiko yang telah disebutkan di atas, misalnya; jangan duduk/berdiri dengan posisi yang sama dalam jangka waktu yang lama. Bagi ibu hamil yang bekerja di depan komputer atau duduk lama di depan meja, lakukanlah jeda 5 menit setiap satu jam bekerja. Duduklah dengan menyandarkan kaki 10-15 cm di atas lantai dan jangan menyilangkan kaki.

  1. Perhatikan postur tubuh saat berdiri, usahakan sikap tubuh normal, tarik bahu ke belakang, jangan membungkuk. Bila berdiri lama, cobalah mengistirahatkan satu kaki setinggi 10-15 cm.

  2. Hindari tidur berpindah-pindah posisi. Berbaringlah pada satu sisi tubuh dengan satu bantal di letakkan di antara lutut yang ditekuk. Posisi ini mengurangi tekanan pada tulang belakang.

  3. Hindari mengangkat barang berlebihan, mintalah orang lain untuk mengangkatnya. Jangan memutar pinggang, putarlah seluruh badan ketika Anda hendak mengambil sesuatu, jangan membungkuk bila hendak mengambil sesuatu, sebaiknya tekukkan lutut dan jaga punggung tetap lurus ketika menurunkan tubuh untuk meraih benda di bawah.

  4. Jangan melakukan gerakan yang tiba-tiba atau menjulurkan lengan di atas kepala untuk menjangkau sesuatu.

  5. Pakailah sepatu bertumit rendah (jangan datar) selama beraktivitas. Selain itu lakukan olahraga (senam hamil) untuk mengurangi ketegangan otot. Cara ini ampuh mengurangi nyeri pinggang.

Perbedaan Kondisi Kehamilan Di Usia 20,30,40

23.15 Posted In Edit This 0 Comments »

Sebagian besar pasangan yang telah menikah, tentulah ingin mendapatkan keturunan. Namun ada hal yang lebih penting diperhatikan sebelum seorang perempuan hamil, yaitu kondisi kesehatannya. Setiap tahapan usia perempuan memiliki kondisi kesahatan yang berbeda. Risiko kehamilan yang akan dialami, tentulah akan berbeda juga.

Usia 20-an: Tubuh Prima, Waktu Tepat

Saat berusia 20-an, kondisi fisik perempuan sangat prima, dan mengalami puncak’ kesuburan. Kelebihan hamil saat berusia 20-an, adalah:

  • Risiko keguguran minim. Hal ini disebabkan karena sel telur relatif muda, sehingga ‘kuat’ meski pada trimester pertama.
  • Kualitas sel telur yang baik memperkecil kemungkinan bayi lahir cacat, akibat ketidaknormalan jumlah kromosom.
  • Perempuan muda lebih tahan terhadap keluhan kesehatan selama hamil.
  • Kehamilan di usia muda memungkinkan perempuan aktif mengasuh dan membesarkan anak dalam waktu yang cukup panjang.

Usia 30-an: Usia berat untuk hamil

Secara umum, kehamilan di usia 30-an dianggap agak berisiko, karena:

  • Kondisi fisik yang tidak lagi prima, membuat ibu hamil merasa lebih cepat lelah dan cenderung tidak tahan terhadap serangan morning sickness.
  • Pada usia ini muncul berbagai keluhan kesehatan saat hamil, seperti; tekanan darah tinggi dan diabetes. Gangguan kesehatan ini seringkali berpengaruh saat proses persalinan. Faktor inilah yang menyebabkan persalinan perempuan di usia 30-an cenderung lebih sering dilakukan melalui operasi caesar.
  • Risiko keguguran mencapai 11,7%, jika kehamilan di kisaran umur 30-34 tahun. Sedangkan di usia 35-39 tahun, risiko meningkat menjadi 18%. Risiko lain adalah; Placenta previa, Placenta abruption, berat bayi kurang dan bayi lahir prematur. Paling parah adalah kemungkinan bayi menderita kelainan, seperti sindroma down (1: 952 kelahiran), dan ketidaknormalan jumlah kromosom (1:385 kelahiran).

Usia 40-an: Kehamilan berisiko

Jika tidak dijaga maka kehamilan di usia 40-an, sangat rentan terhadap keguguran.

  • Kondisi ini disebabkan oleh beberapa hal, seperti; kualitas sel telur yang tidak lagi prima, kemungkinan dinding rahim yang mulai rapuh dan berkurangnya suplai darah.
  • Bayi yang dilahirkan juga berisiko mengalami kelainan fisik. Seperti ukuran kepala bayi besar, hidung bayi datar dan tertutup (agak masuk ke dalam), alat kelamin dan dada bayi terlihat bengkak.
  • Sekalipun demikian, teknologi kesehatan yang telah berkembang memungkinkan ibu berusia 40-an untuk tetap hamil dan melahirkan bayi yang sehat. Asalkan ibu menjaga kesehatannya serta rajin memeriksakan kandungannya ke dokter. Langkah ini dilakukan untuk memantau perkembangan janin.

Namun hal yang penting untuk diingat, adalah berapa pun usia seorang perempuan ketika hamil, sangat disarankan untuk menjaga kesehatan, melakukan pemeriksaan kandungan secara rutin, agar kehamilan berlangsung baik dan persalinan.

Mengenal Lebih Jauh Kehamilan Kosong (Blighted Ovum)

22.37 Posted In Edit This 0 Comments »

Anda pernah mendengar kehamilan kosong atau Blighted Ovum? Yaitu calon ibu yang mengalami kehamilan kosong. Meski tidak mengalami gejala aneh, tapi di dalam kandungannya yang membesar, tidak terdapat janin.

“Blighted ovum adalah suatu kehamilan tanpa dijumpai adanya pertumbuhan embrio,” ungkap Dr. Andon Hestiantoro, SpOG (K) dari Klinik Yasmin Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat.

Saat dilakukan tes kehamilan, calon ibu dinyatakan positif hamil dan mereka juga merasakan gejala-gejala wanita hamil seperti umumnya. Seperti mual, pusing, cepat lelah, dan payudara yang mengeras.

“Pada kehamilan kosong, plasenta dan kantung kehamilan tetap berkembang secara normal, yang menjadi masalah hanyalah perkembangan janinnya,” tukas Dr. Andon. Tak heran bila dalam tes kehamilan urin, hasilnya tetap positif dan mengalami gejala kehamilan muda.

Menurutnya, kehamilan kosong terjadi karena sel telur yang dibuahi tidak berhasil berkembang secara sempurna. Meski kantung kehamilan terus membesar, namun perkembangan janinnya sama sekali tidak terjadi.

“Sehingga saat kehamilan berusia kurang lebih satu setengah bulan, saat dilakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG), hanya akan terlihat kantung kehamilan saja tanpa ada gambar janinnya,” terangnya.

Calon ibu hanya bisa diindikasikan apakah mengalami kehamilan kosong atau tidak, adalah saat ia melakukan pemeriksaan USG.

“Blighted ovum terjadi di kehamilan yang sangat dini, pada umumnya pasien datang ke dokter karena keluhan berupa bercak pendarahan di usia kehamilan kurang lebih 6-8 minggu,” tukasnya.

Tak heran bila penderita menyangka selama ini kehamilannya normal-normal saja, sebab kantung kehamilan terlihat jelas, dan tes kehamilan urin pun positif. Sehingga biasanya kehamilan kosong itu baru terdeteksi saat si ibu melakukan USG.

Sayangnya alat bantu USG melalui vagina, gambaran janin baru dapat terlihat di usia kehamilan 6 minggu dan dengan USG yang ditempelkan di perut, gambaran janin baru dapat terlihat pada usia kehamilan 7 minggu.

Dengan bantuan USG vagina, tambah Dr. Andon, gambaran janin atau kantung janin dapat terlihat, apakah ukurannya sudah mencapai 20 milimeter. Tapi bila belum terlihat, maka bisa jadi Anda mengalami kehamilan kosong.

“Jika janin belum terlihat sedangkan diameter kantung kehamilan masih belum mencapai 20 mm, maka sangat dianjurkan untuk melakukan USG ulang dalam 1-2 minggu kemudian,” sarannya.

Hingga saat ini, penyebab terjadinya kehamilan kosong masih belum diketahui. Tapi dari beberapa pengalaman klinis, Dr. Andon memperkirakan ada kaitannya dengan kelainan kromosom pada janin.

“Ini dapat terjadi akibat sel telur yang kurang baik, dibuahi oleh sperma normal atau sebaliknya, sperma yang kurang baik membuahi sel telur yang normal.”

Komplikasi juga kerap dialami oleh pasien dengan kehamilan kosong, yaitu pendarahan akibat kehamilannya tidak normal. “Perdarahan ini terjadi akibat tubuh berusaha mengeluarkan hasil konsepsi yang tidak normal,” jelasnya.

Perdarahan akan terhenti, bila seluruh hasil konsepsi berhasil dikeluarkan dari rahim. “Jika hasil konsepsi tidak dapat keluar sempurna, maka diperlukan bantuan kuretase oleh dokter,” ungkap Dr. Andon lagi.

Agar pendarahan tidak terjadi terus menerus, ada dua cara yang umumnya dilakukan untuk mengeluarkan kehamilan kosong. Yaitu dengan menggunakan obat atau melakukan kuretase. “Tapi kuretase memiliki kelebihan karena dapat dilanjutkan dengan pemeriksaan kromosom,” sarannya.

Meski begitu, blighted ovum tidak terkait dengan gangguan kesuburan, sebab bisa saja kehamilan selanjutnya bisa berjalan normal. Tapi bila kehamilan kosong kembali berulang, maka kemungkinan besar terdapat kelainan kromosom menetap pada salah satu dari suami-istri.

“Tapi yang perlu diingat, “blighted ovum” juga tidak terkait dengan kanker rahim,” jelas Dr. Andon. Ia pun mengatakan bahwa hingga kini masih belum ada cara untuk mencegah terjadinya kehamilan kosong ini.

halohalo.co.id

Mungkinkah Anda Melahirkan Anak Kembar?

22.28 Posted In Edit This 0 Comments »

Beberapa orang menganggap, memiliki anak kembar adalah hal yang menyenangkan. Padahal faktanya tidak demikian, karena dengan memiliki anak kembar, Anda harus membagi waktu Anda untuk dua orang bayi yang membutuhkan perhatian Anda di waktu yang sama.

Meski begitu, ada beberapa orangtua yang cenderung memiliki kemungkinan untuk mendapatkan anak kembar, baik kembar dua bahkan lebih. Apa saja tanda-tanda orangtua yang kemungkinan besar memiliki anak kembar?

1. Sejarah keluarga
Apabila di dalam keluarga Anda memiliki sejarah kelahiran kembar, seperti ibu, saudara kandung, paman atau sepupu yang kembar, Anda dapat berharap suatu saat akan mendapatkan anak kembar tanpa susah payah.

Kelahiran kembar, umumnya terjadi secara turun menurun. Jika ibu Anda atau garis keturunan ibu ke atas, memiliki sejarah kelahiran kembar, maka Anda memiliki gen dengan kecenderungan hiperovulasi yaitu pelepasan sel telur secara berlebihan yang memungkinkan mengandung anak kembar.

2. Gemuk atau berat badan berlebih
Penelitian yang dimuat pada American College of Obstetrics and Gynecology, menunjukkan hubungan yang erat antara kecenderungan kelahiran kembar dengan naiknya kasus obesitas.

Menurut penelitian, ibu dengan Body Mass Index (BMI) lebih dari 30, berpeluang mengandung anak kembar. Tapi statistik ini hanya berlaku bagi pasangan dengan sejarah keluarga kelahiran kembar.

3. Hamil diusia tua
Wanita yang hamil di usia tua, besar kemungkinannya memiliki anak kembar, dibanding wanita yang hamil di usia muda. Diperkirakan, ovulasi akan semakin cepat seiring usia biologis yang juga bergerak cepat. Sekitar 17% wanita yang hamil di atas 45 tahun, berpeluang mengandung anak kembar.

Lima tahun lagi, sekitar usia 50 tahun, peluangnya makin besar yaitu 1 banding 9. Hanya saja, mengandung di usia tua sangat berisiko, dari keguguran hingga meningkatnya kadar gula selama hamil. Bayinya pun kemungkinan besar akan mengalami kelainan kromosom.

4. Sekali melahirkan kembar, selanjutnya pun kembar
Apabila dikehamilan pertama Anda melahirkan anak kembar, kemungkinan besar di kehamilan berikutnya pun akan kembar. Sebab ibu yang memiliki anak kembar, empat kali lipat lebih besar kemungkinannya daripada yang belum pernah mengandung.

5. Konsumsi umbi-umbian dan susu
Meski belum terbukti secara medis, namun jenis umbi-umbian, seperti ubi dan kentang diketahui dapat membuat seseorang mendapatkan anak kembar.

Salah satu buktinya, etnis Yoruba di Afrika Barat yang penduduknya sebagian besar mengkonsumsi umbi-umbian, terkenal sebagai negara dengan kelahiran kembar tertinggi di dunia. Diyakini bahwa umbi-umbian memiliki zat kimia yang memicu terjadinya hiperovulasi.

Sedangkan penelitian di tahun 2006 lalu memperlihatkan, wanita yang mengkonsumsi susu lebih banyak, cenderung memiliki kemungkinan besar untuk mengandung anak kembar.

6. Melakukan program fertilitas
Program teknologi reproduksi yang pesat saat ini, juga memungkinkan tingginya kelahiran kembar akibat penggunaan obat yang menstimulasi terjadinya ovulasi dan sistim bayi tabung yang memungkinkan adanya embrio lebih dari satu di rahim ibu.

7. Sering melahirkan
Semakin banyak yang telah Anda miliki, kemungkinan mengalami kehamilan kembar juga semakin besar. Tapi tak ada yang bisa memastikan setelah berapa kali kehamilan akan terjadi kehamilan kembar.

8. Hamil saat masih menyusui
Banyak yang beranggapan, saat menyusui, seorang wanita tidak dapat hamil. Tetapi proses laktasi menjaga ibu tetap berovulasi dan mengalami menstruasi. Beberapa peneliti juga mendukung teori yang menyatakan kehamilan kembar meningkat saat ibu tengah menyusui.

9. Mengandung meski menggunakan kontrasepsi pil
Kontrasepsi pil dianggap sangat efektif dengan tingkat keberhasilan hingga 99,9 persen. Tetapi kemungkinan 0,01 persennya memungkinkan untuk kehamilan kembar. Kehamilan yang terjadi saat mengkonsumsi pil kontrasepsi, biasanya akibat pemakaian yang tidak konsisten. Ketidakteraturan pemakaian, memicu perilaku hormon yang berubah-ubah yang mengakibatkan hiperovulasi.

10. Tanpa sebab, alias tengah ‘beruntung’
Tak sedikit kasus kelahiran kembar yang tidak cocok pada beberapa kriteria klasik di atas, serta tak dapat diketahui penyebabnya. Kembar identik (monozigot twin) yang banyak terjadi pun, hingga kini penyebabnya masih misterius. Tak ada yang bisa meramalkan, kapan dan bagaimana sebuah sel telur akan memecahkan diri menjadi dua janin.

halohalo.co.id

Seks Aman untuk Perempuan Hamil

22.21 Posted In Edit This 0 Comments »

Hamil tidak harus berarti stop berhubungan seks lagi. Pasangan suami istri masih dapat melakukan hubungan seks, kecuali jika ada alasan medis dan atas saran dari dokter untuk tidak melakukannya.

Akan tetapi pada saat kehamilan sudah semakin membesar maka perut akan semakin besar pula, sehingga disarankan agar perempuan hamil perlu melakukan dan mencari posisi seks yang nyaman.

Beberapa pakar kesehatan menegaskan, pada kehamilan muda usia tiga bulan atau trimester pertama, pasutri masih harus waspada dan sebaiknya tidak melakukan hubungan intim dulu. Hal ini berlandaskan pada alasan karena tiga bulan pertama merupakan masa rawan di mana janin mulai terbentuk. Kalau terkena benturan sedikit, janin rawan keguguran.

Namun demikian, berhubungan seks saat hamil tidaklah membahayakan bila dilakukan dengan sangat hati-hati. Bahkan, beberapa pakar kandungan mengatakan bahwa melakukan hubungan intim sangat dianjurkan untuk memperlancar proses persalinan.

Berikut ini adalah posisi seks yang aman dilakukan pada kehamilan trimester II:

1. Woman on Top; Posisi ini yang paling nyaman untuk banyak perempuan hamil terutama karena dapat menghindari tekanan yang berlebihan pada bagian perut dan sekaligus dapat mengontrol kedalaman penetrasi.

2. Sitting Style; Posisi ini biasanya pada kehamilan pertengahan atau lanjut di mana tidak memerlukan banyak gerakan. Pria duduk dan perempuan duduk di atasnya saling berhadapan atau membelakangi sang pria, bila perut sudah sangat besar. Posisi ini juga memungkinkan perempuan untuk mengontrol kedalaman penetrasi.

3. Posisi laki-laki di atas tetapi berbaring hanya sepatuh tubuh.

4. Standing Style.

Mengenai ’strategi’ pemilihan posisi saat berhubungan seks ini sangat beragam, semua tergantung pada kesiapan fisik dan psikis yang bersangkutan. Bagi sebagian perempuan, kehamilan justru meningkatkan dorongan seksual, tetapi bagi sebagian lain tidak berpengaruh. Sementara bagi perempuan yang lain, kehamilan justru menekan atau menurunkan dorongan seksual.

Sementara itu, seks ketika hamil dipengaruhi oleh beberapa hal yang berbeda-beda. Hal-hal yang mempengaruhi aktivitas seksual seseorang ketika sedang hamil, yaitu:

  • Kepercayaan yang telah dimiliki tentang seks
  • Kepercayaan yang pasangan miliki tentang seks
  • Kondisi fisik pada saat kehamilan
  • Kondisi emosional pada saat kehamilan

Di luar dari faktor-faktor tersebut, sebenarnya seks pada saat kehamilan bisa lebih nikmat. Cairan vagina lebih meningkat dan perubahan pada area genital membuat beberapa orang justru lebih bisa merasakan orgasme.

Sekedar mengingatkan, apapun jenis posisinya, usahakan bahwa yang paling penting dari semua posisi seks selama kehamilan ini hendaknya TIDAK memberikan tekanan ke bagian perut perempuan hamil. (xbl)

perempuan.com

Kenali Gejala Keguguran

06.34 Posted In Edit This 0 Comments »

Jika Anda yang saat ini tengah hamil, perlu diwasapadai beberapa hal yang bisa menyebabkan keguguran. Namun ada hal-hal yang juga harus Anda perhatikan ketika gejala-gejala keguguran mulai Anda rasakan. Gejala keguguran meliputi :

1. Pendarahan ringan maupun berat pada vagina, baik yang teratur maupun yang tidak teratur. Meskipun pendarahan sering menjadi tanda pertama keguguran, pada masa trisemester pertama kehamilan mungkin juga terjadi pada kehamilan yang normal. Dan biasanya pendarahan terjadi terus menerus, paling tidak selama 3 hari.

2. Rasa sakit. Mungkin Anda mengalami keram pada panggul, sakit pada perut bagian tengah atau sakit pada bagian bawah punggung. Sakit mungkin akan dirasakan selama beberapa jam hingga beberapa hari setelah pendarahan dimulai.

3. Penggumpalan darah atau keabu-abuan pada jaringan lunak (pada janin) yang melewati vagina. Ketika Anda mendapati gumpalan darah tersebut, bawalah kepada dokter untuk mengeahui kepastian apakah Anda mengalami keguguran atau tidak.

4. Kelelahan yang teramat sangat. Anda merasa loyo dan tidak bertenaga, lemas dan tidak mampu menopang tubuh dengan baik. Bisa jadi ini merupakan tanda awal akan terjadi keguguran.

Tidak selalu mudah untuk mengatakan apakah keguguran memberi peranan. Keguguran kadang tidak terjadi pada gejala awal tetapi ada mata rantai yang terjadi selama beberapa hari.

Hal-hal yang dapat meningkatkan risiko keguguran :

  1. Usia Anda di atas 35 tahun
  2. Pernah mengalami keguguran sebelumnya (tiga kali atau lebih)
  3. Sindrom Polycystic ovary, dimana dapat menyebabkan masalah ovulasi, obesitas, meningkatkan tingkat hormon pada pria dan meningkatkan risiko diabetes.
  4. Terinfeksi bakteri atau virus semasa kehamilan
  5. Sejarah melahirkan dengan bayi cacat
  6. Terkena bahan kimia seperti, benzene, arsenic atau formaldehyde sebelum dan selama kehamilan.
  7. Meminum minuman berakohol
  8. Merokok ketika hamil
  9. Penggunaan obat-obatan terlarang
  10. Terkena gigitan ular
  11. Mengonsumsi banyak kafein selama kehamilan

Chorionic Villus Sampling (CVS) atau amniocentesis untuk memeriksa kemungkinan lahir cacat atau masalah genetik. Ketika dilakukan oleh orang yang terlatih, satu penelitian menunjukkan bahwa tes tersebut terdapat risiko keguguran sekitar 1 berbanding 400. Beberapa penelitian menunjukkan risiko yang lebih tinggi. Risiko besar ini mungkin cenderung kepada medical center yang kurang berpengalaman, khususnya untuk CVS.

Namun. berhadapan dengan monitor komputer atau selimut listrik, hubungan seksual dan latihan-latihan fisik ringan tidak meningkatkan risiko keguguran.

mediahidupsehat.com

6 Manfaat Senam Hamil

06.18 Posted In Edit This 0 Comments »

Pada ibu hamil sangat dibutuhkan tubuh yang sehat dan bugar, diupayakan dengan makan teratur, cukup istirahat dan olah tubuh sesuai takaran. Dengan tubuh bugar dan sehat, ibu hamil tetap dapat menjalankan tugas rutin sehari-hari, menurunkan stres akibat rasa cemas yang dihadapi menjelang persalinan.

Jenis olah tubuh yang paling sesuai untuk ibu hamil adalah senam hamil, disesuaikan dengan banyaknya perubahan fisik seperti pada organ genital, perut kian membesar dan lain-lain. Dengan mengikuti senam hamil secara teratur dn intensif, ibu hamil dapat menjaga kesehatan tubuh dan janin yang dikandung secara optimal.

Senam hamil adalah adalah terapi latihan gerak untuk mempersiapkan ibu hamil, secara fisik atau mental, pada persalinan cepat, aman dan spontan.

Sebelum memulai senam hamil, lakukan dulu gerakan pemanasan sehingga peredaran darah dalam tubuh akan meningkat dan oksigen yang diangkut ke otot-otot dan jaringan tubuh bertambah banyak, serta dapat mengurangi kemungkinan terjadinya kejang/luka karena telah disiapkan sebelumnya untuk melakukan gerakan yang lebih aktif.

Kapan dianjurkan mengikuti senam hamil? Jika kandungan mencapai 6 bulan ke atas, lakukan senam hamil, kecuali ada kelainan tertentu pada kehamilan. Sebelum memutuskan mengikuti senam hamil, diskusikan kondisi kehamilan dengan dokter atau bidan.

Perempuan mengandung yang mengikuti senam hamil diharapkan dapat menjalani persalinan dengan lancar, dapat memanfaatkan tenaga dan kemampuan sebaik-baiknya sehingga proses persalinan normal berlangsung relatif cepat.

6 Manfaat Senam Hamil

Bagaimana gerakan dasar senam hamil? Berikut langkah-langkah yang dapat Anda ikuti di rumah:

  1. Duduk bersila dan tegak, kedua lengan mengarah ke depan dan santai. Lakukan sebanyak mungkin dalam posisi sehari-hari
  2. Sikap merangkak, jarak antara kedua tangan sama dengan jarak antara kedua bahu. Keempat anggota tubuh tegak lurus pada lantai dengan badan sejajar lantai. Lakukan gerakan ini: Tundukkan kepala, lihat perut bagian bawah dan pinggang diangkat sambil mengempiskan perut dan mengerutkan lubang anus. Selanjutnya turunkan pinggang dengan mengangkat kepala sambil melemaskan otot-otot dinding perut dan otot dasar panggul. Lakukan gerakan ini sebanyak 8 kali
  3. Lakukan sikap merangkak dengan meletakkan kepala di antara kedua tangan lalu menoleh ke samping kanan/kiri, selanjutnya turunkan badan hingga dada menyentuh kasur dengan menggeser siku sejauh mungkin ke samping. Bertahanlah pada posisi tersebut selama 1 menit, kemudian tingkatkan menjadi 5-10 menit atau sesuai kekuatan ibu hamil
  4. Berbaring miring ke kiri (lebih baik ke arah punggung bayi), lutu kanan diletakkan di depan lutut kiri (ganjal dengan bantal). Lengan kanan ditekuk di depan dan lengan kiri letakkkan di belakang
  5. Bernaring miring, kedua lutut dan kedua lengan ditekuk, bawah kepala diberi bantal, demikian juga bawah perut agar perut tidak menggantung. Tutup mata, tenang, atur nafas dengan berirama.
  6. Berbaring telentang, pegang kedua lutut dengan kedua tangan dan rileks. Lakukan kegiatan berikut: Buka mulut secukupnya, tarik nafas dalam semaksimal mungkin, ketupkan. Mengejanlah seperti buang air besar, gerakan badan ke bawah dan ke depan. Setelah tak dapat menahan lelah, kembali ke posisi awal. Ulangi gerakan ini 3-4 kali dengan interval 2 menit.

hanyawanita.com

Berenang, Olahraga Terbaik Ibu Hamil

06.11 Posted In Edit This 0 Comments »

Kondisi ibu yang sedang hamil seringkali sangat dicemaskan. Akibatnya, segala macam aktivitas fisik, termasuk olahraga dijauhi. Kebanyakan ibu hamil berasumsi bahwa jika banyak bergerak maka risiko keguguran akan meningkat.

Hal tersebut tidak benar! Justru, perubahan fisik karena kehamilan harus dibarengi dengan olahraga. Aktivitas fisik yang teratur membuat, otot-otot tubuh menjadi lentur, napas teratur dan tubuh tidak mudah lelah sehingga kelak ibu akan sukses mengejan kala bersalin.

Nah, salah satu olahraga yang paling disarankan untuk ibu hamil adalah berenang. Mengapa? Selain aman dilakukan pada tiap trimester, olahraga di dalam air memiliki risiko yang sangat kecil terhadap cidera tulang, sendi dan otot.

Ada banyak alasan medis mengapa berenang sangat dianjurkan bagi ibu hamil. Diantaranya

  • Renang dapat melatih paru-paru dan jantung. Itu sama artinya dengan Anda melakukan olahraga aerobik, berlari, atau berjalan.
  • Berbeda dengan olahraga darat yang dapat membuat suhu tubuh melonjak atau naik. Ketika berenang, suhu badan ibu stabil. Sehingga gangguan pada janin akibat meningkatnya suhu tubuh ibu tidak akan terjadi.
  • Renang membantu menguatkan otot-otot rahim dan sendi-sendi panggul. Sehingga diharapkan kelak proses melahirkan menjadi lebih mudah.
  • Renang bisa menjaga tubuh ibu hamil selalu bugar selama ia menjalani kehamilannya.

Penting untuk diperhatikan

  1. Jangan sekalipun melakukan gaya punggung. Sebab dikhawatirkan akan terjadi penekanan pada pembuluh darah di bagian belakang rahim.
  2. Jangan lakukan gaya kupu-kupu. Gaya ini terlalu banyak melibatkan gerakan pada bagian pinggang sehingga dikhawatirkan akan terjadi benturan pada janin.
  3. Lakukan olahraga ini 3 kali seminggu dan jangan berenang lebih dari 30 menit. Meskipun suhu air dapat menahan kenaikan suhu dalam kandungan, berenang lebih dari 30 menit justru akan meningkatkan suhu dalam kandungan.
  4. Lakukan olahraga ini di pagi hari sebelum pukul 10.00 Wib dan sore hari sesudah pukul 15.00 Wib. Selain agar Anda tidak terpapar sinar ultraviolet udara yang panas sangat tidak baik bagi janin Anda.

Gaya yang dianjurkan
Syarat utama bagi ibu hamil yang akan melakukan olahraga ini adalah harus melakukan gerakan secara tenang, perlahan-lahan, santai dan jangan ada benturan agar rahim tidak tergoncang.

  1. Bagi ibu yang tidak bisa berenang, cukup lakukan gerakan ‘berjalan’ di kolam renang yang dangkal atau melakukan gerakan aquarobik (senam aerobik di dalam air)
  2. Ibu hamil dianjurkan untuk melakukan gaya bebas dan gaya dada. Pasalnya, kedua gaya inilah yang paling tenang, perlahan dan tak ada benturan.

sumber : connectique.com

Infeksi Toksoplasma Membahayakan Kehamilan dan Janin

06.09 Posted In Edit This 0 Comments »

Seorang wanita yang ingin hamil, dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan TORCH (toxoplasma, rubella, cytomegalovirus dan herpes), agar kehamilan yang terjadi tidak terkena infeksi yang dapat membahayakan janin. Salah satu infeksi yang bisa terjadi pada kehamilan, adalah toksoplasma.

Toksoplasma, menurut Dr. Indra N.C. Anwar, SpOG, disebabkan oleh parasit yang bernama Toxoplasma Gondii. Parasit ini media penyebarannya terjadi melalui kontak dengan hewan maupun makanan yang terpapar parasit yang bentuknya seperti spora.

“Siklus hidup parasit ini biasa terdapat pada kotoran kucing, tikus, babi, dan sapi. Bisa juga melalui daging yang kurang matang serta sayuran yang tidak dicuci dengan bersih,” ungkap dokter spesialis kandungan di Teratai Fertility Clinic, RS. Gading Pluit, Jakarta ini.

Hampir 90 persen wanita yang menderita toksoplasma, tidak merasakan adanya gejala. Karena hanya sebagian kecil saja yang merasakan gejalanya, seperti sedikit nyeri otot, pembesaran getah bening dan flek saat hamil.

Bila ibu hamil terinfeksi tokso, juga dapat membahayakan keselamatan dan perkembangan janin di dalam kandungan. “Akibatnya janin berisiko keguguran, bisa juga mengakibatkan kematian bayi atau anak lahir kepalanya membesar,” papar Dr. Indra.

Menurutnya, infeksi toksoplasma ada yang aktif dan pasif. Jika kadar antibodi imunoglobin IgM aktif, maka ibu sudah punya kekebalan terhadap Tokso.

Tapi bila kadar IgM aktif dan IgG pasif, maka dokter menganjurkan untuk menunda kehamilan karena didalam tubuhnya positif terdapat parasit tokso dan diminta untuk menunggu hingga kadar IgM negatif dan IgG aktif-nya aktif.

Toksoplasma dapat berulang, tapi untuk ibu yang memiliki kadar IgG cukup, tidak akan menimbulkan dampak serius karena dapat dicegah secara alamiah.

Untuk ibu yang terinfeksi tokso di usia kehamilan dini (trisemester pertama), sekitar 1-9 persen kasus akan mengakibatkan keguguran atau cacat pada janin (kebutaan atau hidrosefalus).

Sedangkan infeksi toksoplasma yang terjadi di usia kehamilan lebih dari 3 bulan, tingkat kecacatannya berkurang, gejalanya pun tidak berat. Kemungkinan infeksi terjadi akibat IgG yang dimiliki si ibu belum cukup.

Dr. Indra memberikan beberapa tips untuk mencegah terjadinya toksoplasma, yaitu:

  1. Selalu mencuci tangan dengan sabun setelah bekerja di kebun, setelah mencuci daging, atau setelah membersihkan kotoran binatang peliharaan.
  2. Hindari mengkonsumsi daging setengah matang, daging mentah atau sayuran mentah yang tidak dicuci dengan bersih.
  3. Melakukan pola hidup sehat agar terhindar dari penyakit HIV-Aids yang dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh.
  4. Memeriksakan kondisi kekebalan tubuh terhadap infeksi toksoplasma, sebelum menikah atau sebelum hamil.
  5. Selalu memeriksakan hewan peliharaan ke dokter hewan agar tidak menderita toksoplasmosis.
  6. Jangan memberi makan hewan peliharaan dengan daging mentah.

sumber : Tabloid Nakita

17 Pertanyaan Penting Ibu Hamil

06.06 Posted In Edit This 0 Comments »

1. Seberapa banyak ibu hamil boleh minum kopi, teh, atau minuman bersoda?
Kopi dan teh mengandung xantin, kafein, teofilin dan teobromid. Kafein dapat meningkatkan tekanan darah dan membuat wanita hamil lebih sering berkemih, selain juga dapat menembus plasenta dan mencapai janin. Dosis maksimum kafein yang boleh dikonsumsi wanita hamil adalah 400 mg kafein per hari. Jadi, kopi hanya boleh diminum maksimum 3 cangkir per hari (+300 mg kafein; 100 mg kafein sama dengan 3 sendok kecil kopi). Sedangkan teh hanya boleh diminum maksimum 8 cangkir per hari (+ 300 mg kafein).

Satu gelas minuman bersoda (soft drink) mengandung sekitar 250 kalori ditambah gula fruktosa yang tak baik dikonsumsi ibu hamil. Fruktosa pada soft drinkmerupakan gula sintetik yang diekstrak secara kimiawi dari jagung, dan memiliki kalori sangat tinggi sehingga akan meningkatkan kadar gula darah dengan sangat cepat. Risikonya, timbul diabetes melitus selama kehamilan dan janin mengalami kelebihan berat badan. Maka itu, minuman ini harus dihindari sejak awal kehamilan sampai melahirkan.

2. Bolehkah ibu hamil ngemil cokelat?
Memang, bagi calon ibu yang di usia awal kehamilannya merasa mual muntah adakalanya menyiasati dengan camilan cokelat. Sebetulnya, cokelat juga mengandung kafein, tapi dalam jumlah kecil. Konsumsi cokelat selama kehamilan dapat mem-bantu menciptakan perasaan lebih tenang bagi ibu hamil. Kandungan gula di dalam per-men cokelat terkadang dapat membantu mengatasi penurunan gula darah saat mual-mual di awal kehamilan. Hanya saja, bila ibu hamil dengan kenaikan berat badan yang terlampau banyak, maka perlu mengendalikan asupan karbohidrat yang dikonsumsi. Konsumsi permen cokelat pada ibu hamil yang gemuk terkadang berisiko menyebabkan diabetes melitus dalam kehamilan.

3. Selama hamil bolehkan makan makanan pedas atau yang amat berbumbu?
Makanan yangmengandung banyak bumbu seperti cabai atau merica terkadang dapat menimbulkan gangguan pada lambung dan gangguan pencernaan lain seperti diare. Makanan seperti ini tak menimbulkan bahaya terhadap janin. Jika timbul diare setelah mengonsumsi makanan pedas, cukup dengan menghentikan konsumsi makanan tersebut, dan mengganti elektrolit yang hilang dengan minum oralit. Diare akan berhenti spontan tanpa harus minum obat tertentu.

4. Bolehkah ibu hamil melakukan perawatan dengan sauna?
Mandi sauna (atau mandi dalam bak berombak/whirl pool) atau mandi uap akan meningkatkan suhu tubuh sampai suatu keadaan yang disebut sebagai hipertermia. Kondisi ini dapat menyebabkan kecacatan janin terutama jika dilakukan pada usia kehamilan trimester pertama (1-3 bulan). Sementara kalau sekadar lulur misalnya yang berguna untuk mencerahkan dan membersihkan kulit, tidak membahayakan janin.

5. Bolehkah ibu hamil menggendong anak batita?
Anak batita (usia 1-3 tahun) biasanya ingin digendong ibu. Dengan alasan dapat mengganggu keseimbangan ibu hamil, maka ibu hamil tak dianjurkan membawa benda lebih dari 12,5 kg. Sehingga mengendong anak dengan berat badan 12,5 kg atau lebih tak dianjurkan dilakukan oleh ibu hamil. Pengertian terhadap anak perlu diberikan secara bertahap dan sabar.

6. Vaksinasi apa saja yang boleh dan tak boleh dilakukan pada ibu hamil?
Imunisasi yang rutin diberikan kepada ibu hamil di Indonesia saat ini adalah imunisasi tetanus toxoid; bermanfaat mencegah terjadinya infeksi kuman tetanuspada bayi yang baru lahir (neonatus). Imunisasi lainnya yaitu hepatitis namun belum menjadi program di Indonesia.
Sedangkan imunisasi yang terlarang dilakukan pada ibu hamil adalah imunisasi terhadap rubella, campak, gondong (parotitis), dan cacar air.

7. Bagaimana posisi tidur yang paling dianjurkan bagi ibu hamil?
Posisi tidur yang paling baik selama hamil adalah miring ke kiri karena dapat membantu melancarkan aliran darah dari ibu ke janinnya. Posisi terbaik kedua adalah miring ke kanan.
Tidur telentang tak dianjurkan, terutama setelah kehamilan memasuki usia kehamilan tri-mester ketiga. Sebab, rahim akan menekan pembuluh aorta dan pembuluh vena di tulang belakang sehingga mengurangi aliran darah dari ibu ke janin. Sementara kalau tidur telungkup pada umumnya hanya bisa dilakukan ketika rahim belum terlampau besar (kurang dari 4 bulan).

8. Bila ibu hamil mengalami sulit tidur, bolehkan mengonsumsi obat tidur?
Ibu hamil memang memerlukan istirahat yang cukup. Sering kali ibu hamil sukar tidur di malam hari, namun mengantuk dan tertidur di siang hari. Kondisi kurang tidur tak akan mengganggu janinnya, namun dapat memengaruhi daya tahan (stamina) ibu hamil. Umumnya, wanita hamil sulit tidur di waktu malamdikarenakan kram tungkai bawah, sering berkemih, janin terlampau aktif, cemas mengenai kondisi kehamilan dan cara persalinan, dan sebagainya. Namun, untuk mengatasi sulit tidur ini, tak dianjurkan minum obat tidur. Membaca, mendengarkanmusik lembut, menjahit atau menonton televisi dapat membuat ibu hamil lebih santai.

9. Bolehkah ibu hamil berlama-lama di depan komputer?
Radiasi monitor komputer hampir tidak ada atau hanya sedikit sekali, sehingga komputer tak akan menimbulkan kondisi buruk bagi janin. Akan tetapi, selama kehamilan tak dianjurkan duduk terlalu lama di depan komputer karena dapat meng- akibatkan gangguan aliran darah, terutama di daerah tungkai. Selain itu, penggunaan komputer yang terlalu lama juga sering menimbulkan kelelahan pada mata.

10. Bagaimana pula dengan penggunaan obat-obatan pada ibu hamil yang sakit?
*Jika menderita demam, ibu hamil diperbolehkan minum parasetamol (asetaminofen). Walaupun obat ini dapat menembus plasenta, namun selama dosisnya kecil, tak akan menyebabkan kelainan pada janin.
+ Ibuprofen tak dianjurkan diberikan kepada wanita hamil karena obat ini berpotensi menimbulkan kecacatan pada janin, terutama jika diberikan pada trimester ke-3.
+ Jika ibu hamil menderita flu, maka pemberian antihistamin harus secara hati-hati dan dengan indikasi yang sangat selektif.
*Antidepresan dilarang diberikan kepada wanita hamil karena terbukti dapat menimbulkan kecacatan terhadap janin dalam kandungan.
* Pemberian antibiotika kepada wanita hamil harus sangat hati-hati:
- Golongan penisilin dan makrolid dapat diberikan kepada wanita hamil.
- Golongan kloramfenikol dan aminoglikosida dapat diberikan dengan sangat hati-hati.
- Golongan tetrasiklin tidak dianjurkan diberikan kepada wanita hamil, karena dapat menimbulkan kecacatan pada janin dalam kandungan.

11.Perlukah ibu hamil minum susu khusus hamil?
Susu merupakan sumber protein, lemak, karbohidrat, dan vitamin yang baik untuk ibu hamil. Guna memperoleh sumber nutrien ini, ibu hamil tidaklah harus memperoleh dalam bentuk susu namun dapat pula dalam bentuk hasil olahannya seperti keju, mentega dan es krim. Saat ini telah diproduksi susu ibu hamil dalam bentuk susu bubuk instan yang ditambahkan beberapa unsur vitamin dan mineral. Tidak semua ibu hamil merasa nyaman mengonsumsi susu jenis ini. Terkadang mereka merasa mual dan bahkan sampai timbul diare. Sebenarnya, ibu hamil dapat saja mengonsumsi susu selain susu yang khusus dibuat untuk ibu hamil.

12. Baikkah konsumsi kerang bagi ibu hamil?
Kerang merupakan sumber nutrisi yang baik bagi ibu hamil, karena mengandung protein bermutu baik, merupakan sumber asam lemak omega 3 dan mengandung lemak jenuh yang rendah. Namun perlu diperhatikan, kerang juga sering kali tercemar oleh logam berat seperti merkuri. Logam berat ini tak boleh dikonsumsi ibu hamil, karena dapat menyebabkan cacat janin atau penyakit autis. Sayangnya, untuk mengetahui kerang telah tercemar atau belum, tak ada ciri khusus yang dapat membedakannya. Namun begitu, kita dapat mencegah mengon-sumsi kerang yang telah tercemar merkuri, yakni dengan tidak membeli kerang yang berasal dari perairan yang mengandung banyak limbah industri (baik limbah cair maupun limbah yang berasal dari asap pabrik).

13. Bagaimana dengan konsumsi daging sapi dan unggas, mengingat keamanan pangannya terkadang masih disangsikan?
Daging sapi, ayam atau unggas lainnya merupakan sumber protein hewani yang diperlukan ibu hamil karena bermanfaat untuk pertumbuhan sel, meningkatkan sistem imunitas (kekebalan tubuh terhadap penyakit), menambahsel darah merah, memperbaiki sistem enzim, dan sebagainya. Disamping itu, daging hewan ini juga merupakan sumber lemak hewani. Namun perlu diingat, daging hewan ini sangat rawan terkontaminasi terhadap beberapa virus, bakteri, dan parasit tertentu, seperti toksoplasma dan flu burung. Untuk mencegah hal tersebut, diperlukan sebuah instansi pengawas makanan dan minuman yang mampu melin- dungi dan memberikan jaminan tentang kebersihan dan kesehatan daging hewan yang dikonsumsi masyarakat. Upaya lain, mengganti sumber hewani ini dengan sumber dari ikan (ikan air laut atau ikan air tawar yangsehat dan bersih) atau sumber nabati seperti kacang hijau, kacang kedelai, kacang merah, kacang tanah, minyak kelapa dan sebagainya.

14. Amankah ibu hamil mencat rambutnya?
Cat rambut memang dapat menembus kulit kepala dan masuk ke dalam sirkulasi darah ibu hamil. Sampai saat ini belum ada hasil penelitian yang menunjukkan cat rambut dapat menimbulkan bahaya bagi janin. Namun demikian ibu hamil harus tetap berhati-hati sebelum memutuskan mencat rambutnya.

15. Benarkah renang merupakan olahraga yang paling aman buat ibu hamil?
Ya, renang merupakan olahraga terbaik bagi wanita hamil karena dapat memperkuat otot-otot tubuh secara merata tanpa menimbulkan peningkatan risiko trauma pada persendian atau otot wanita hamil; memperkuat kerja otot jantung; meningkatkan kebugaran; dan memperkuat otot-otot dasar panggul.
Renang merupakan olahraga aerobik, dapat dilakukan setiap saat selama kehamilan, dan di setiap usia kehamilan. Renang selama kehamilan tidak menyebabkan keguguran ataupun infeksi jalan lahir. Namun, renang tidak dianjurkan dilakukan oleh wanita hamil dengan riwayat keguguran lebih dari 3 kali, selaput ketuban yang telah pecah, kehamilan ganda, dan kelainan jantung.

16. Bagaimana dengan yoga, apakah juga aman bagi ibu hamil?
Yoga dapat dilakukan sepanjang kehamilan. Selama tak ada peregangan otot perut, yoga sangat bermanfaat untuk membuat ibu hamil lebih santai. Gerakan yoga yang tak dianjurkan selama hamil adalah menekuk tubuh ke arah belakang dan berdiri dengan satu kaki. Sebab, dapat menyebabkan peregangan berlebih terhadap otot dinding perut sehingga berisiko terjadi trauma pada otot dinding perut. Selain itu, juga tak dianjurkan dengan posisi kepala di bawah dankaki di atas, karena akan mengganggu sirkulasi darah sehingga aliran darah ke janin akan berkurang.

17. Benarkah ibu hamil tak boleh menyusui?
Isapan pada puting susu ibu hamil dapat menyebabkan kontraksi otot rahim, sehingga wanita hamil yang cenderung mengalami persalinan prematur dianjurkan menghentikan menyusui anaknya.

sumber : Nakita

Menghitung Usia Kehamilan

05.50 Posted In Edit This 0 Comments »

Sering kali pasien menanyakan usia kehamilannya untuk memastikan kapan ia mengadakan upacara khusus sehubungan dengan kehamilannya.

Kata-kata seperti, “Jadi, kapan tujuh bulannya, Dok?” Atau “Masih boleh naik pesawat enggak, Dok?” Atau, “Kenapa dihitungnya sejak menstruasi pertama, ‘kan belum hamil?” Kesimpangsiuran mengenai usia kehamilan, karena hitungan dokter tidak sesuai dengan hitungan pasien, terkadang menimbulkan kecemasan pada pasien. Ia takut bayinya lahir lewat waktu, atau bahkan terlalu muda lahir.

Mari kita coba samakan pandangan soal usia kandungan.

Dalam satu siklus menstruasi, sebuah sel telur dilepaskan oleh ovarium 14 hari sebelum haid berikutnya. Kejadian ini disebut ovulasi. Telur akan masuk ke dalam saluran (tuba) di mana fertilisasi (pembuahan) terjadi. Selanjutnya, hasil pembuahan akan ditransportasikan ke dalam rahim. Jika tidak terjadi kehamilan, sel telur akan berdegenerasi dan dikeluarkan dari rahim bersamaan dengan darah haid. Namun, jika terjadi fertilisasi, hasil pembuahan akan tumbuh menjadi embrio melalui pembelahan sel.

Kehamilan biasanya dihitung dengan satuan minggu, yang dimulai dari hari pertama haid terakhir. Karena ovulasi umumnya terjadi setelah dua minggu sejak haid pertama dan pembuahan terjadi segera setelah ovulasi, maka usia embrio secara kasar dua minggu lebih muda dari usia kehamilan sebenamya. Dengan kata lain, wanita yang dinyatakan hamil empat minggu, usia embrionya adalah dua minggu. Jika haidnya tidak teratur, perbedaan usia kehamilan sebenamya bisa lebih dari dua minggu. Untuk memudahkan, jika seorang wanita terlambat haid dua minggu, maka usia kehamilannya oleh dokter akan ditulis enam minggu.

Lama kehamilan rata-rata 266 hari (38 minggu) yang dihitung sejak terjadinya konsepsi (pembuahan). Tanggal taksiran persalinan biasanya dihitung dengan mengurangi tiga bulan sejak had haid pertama untuk hari ditambah tujuh dan tahun ditambah 1. Misalnya, seorang wanita yang hamil dengan hari pertama haid yang terakhir tanggal 15 Mei 2003, maka tanggal taksiran persalinannya adalah 22 Februari 2004.

Diperkirakan, hanya 10% kehamilan yang persalinannya sesuai dengan tanggal perkiraan persalinan, 50% akan bersalin dalam satu minggu sekitar tanggal taksiran, dan 90% akan bersalin dalam dua minggu sebelum atau setelah tanggal taksiran. Karena itu, persalinan yang kurang dari dua minggu atau lebih dari dua minggu dari tanggal taksiran persalinan dianggap normal.

Umumnya, untuk menentukan suatu kehamilan, dapat dilakukan tes darah atau urine. Tes kehamilan menggunakan sistem ELISA (enzyme linked immunosorbent assay) dapat mendeteksi kehamilan secara dini dengan cepat dan mudah. Walaupun pada saat itu kadar human chorionic gonadotropin-nya dalam urine masih rendah.

Beberapa dari tes kehamilan yang sensitif dapat mendeteksi human chorionic gonadotropin ketika kadamya masih sangat rendah, yaitu 1,5 minggu setelah siklus masa subur. Pemeriksaan itu memerlukan waktu sekitar setengah jam. Selama 60 hari pertama, dalam kondisi kehamilan normal dengan satu janin, kadar human chorionic gonadotropin akan meningkat dua kali setiap dua hari.

Wanita sering lupa hari pertama haid terakhimya atau terjadi kehamilan yang menumbung (belum dapat haid sudah hamil lagi). Hal ini tentu akan menyulitkan dokter untuk menghitung usia kehamilannya. Untuk itu, ada beberapa cara dalam menentukan usia kehamilan.

  • Detak jantung janin dapat didengar lewat stetoskop khusus atau alat yang disebut dengan instrumen Doppler. Jantung janin dapat dideteksi dengan stetoskop ketika usia kehamilan sekitar 18 – 20 minggu dan dengan instrumen Doppler pada saat usia kehamilan 12 – 14 minggu.
  • Pergerakan janin dapat dirasakan oleh ibu yang tengah mengandung, umumnya ketika usia kehamilan 16 – 20 minggu. Wanita yang pernah hamil sebelumnya dapat merasakan gerakan-gerakan lebih awal dibandingkan dengan yang baru pertama kali hamil.
  • Mendeteksi pembesaran rahim menggunakan ultrasonografi, dapat terlihat ketika usia kehamilan sekitar enam minggu. Detak jantung janin dapat terlihat ketika berusia enam minggu, meski tidak jelas. Detak itu 95% dapat terlihat jelas ketika usia kehamilannya delapan minggu.

sumber: dr. Boyke Dian Nugraha, Sp.OG, MARS, di Jakarta/Intisari, Milis Kehamilan

6 Nutrisi Terbaik bagi Ibu Hamil

05.48 Posted In Edit This 0 Comments »
agi ibu hamil dalam mengkonsumsi makanan yang harus diperhatikan adalah vitamin dan mineral karena penting bagi kesehatan dirinya dan janin. Nutrisi yang dibutuhkan selama kehamilan antara lain:
  1. Protein, sangat besar peranannya dalam memproduksi sel-sel darah.
  2. Karbohidrat, dibutuhkan untuk energi tubuh sehari-hari.
  3. Kalsium, di masa kehamilan, kalsium penting untuk membantu pertumbuhan si jabang bayi.
  4. Zat besi, amat penting dalam membantu proses produksi sel-sel darah merah, utamanya untuk mencegah timbulnya anemia.
  5. Asam folik, berdasar beberapa temuan para pakar kesehatan, wanita hamil yang kekurangan asam folik besar risikonya mengalami keguguran ataupun kerusakan pada janin.
  6. Lemak, bagi wanita hamil, lemak besar sekali manfaatnya untuk cadangan energi tubuh, agar sebentar-sebentar tubuh tidak terasa lelah. Conectique.com)

NUTRISI PENTING SELAMA HAMIL

Seiring pertambahan usia kandungan, maka kebutuhan gizi ibu hamil akan meningkat, terutama setelah memasuki kehamilan trimester kedua. Sebab pada saat itu, pertumbuhan janin berlangsung pesat – terutama perkembangan otak dan susunan syaraf — dan membutuhkan asupan gizi yang optimal.

Nutrisi yang diperlukan adalah:

  1. Karbohidrat dan lemak sebagai sumber zat tenaga untuk menghasilkan kalori dapat diperoleh dari serealia, umbi-umbian.
  2. Protein sebagai sumber zat pembangun dapat diperoleh dari daging, ikan, telur dan kacang-kacangan.
  3. Mineral sebagai zat pengatur dapat diperoleh dari buah-buahan dan sayur – sayuran.
  4. Vitamin B kompleks berguna untuk menjaga sistem saraf, otot dan jantung agar berfungsi secara normal. Dapat dijumpai pada serealia, biji – bijian, kacang-kacangan, sayuran hijau, ragi, telur dan produk susu.
  5. Vitamin D berguna untuk pertumbuhan dan pembentukan tulang bayi Anda. Sumbernya terdapat pada minyak hati ikan, kuning telur dan susu.
  6. Vitamin E berguna bagi pembentukan sel darah merah yang sehat. Makanlah lembaga biji-bijian terutama gandum, kacang-kacangan, minyak sayur dan sayuran hijau.
  7. Asam folat berguna untuk perkembangan sistem saraf dan sel darah, banyak terdapat pada sayuran berwarna hijau gelap seperti bayam, kembang kol dan brokoli. Pada buah-buahan, asam folat terdapat dalam jeruk, pisang, wortel dan tomat. Kebutuhan asam folat selama hamil adalah 800 mcg per hari, terutama pada 12 minggu pertama kehamilan. Kekurangan asam folat dapat mengganggu pembentukan otak, sampai cacat bawaan pada susunan saraf pusat maupun otak janin.
  8. Zat besi yang dibutuhkan ibu hamil agar terhindar dari anemia, banyak terdapat pada sayuran hijau (seperti bayam, kangkung, daun singkong, daun pepaya), daging dan hati.
  9. Kalsium, diperlukan untuk pertumbuhan tulang dan gigi janin, serta melindungi ibu hamil dari osteoporosis Jika kebutuhan kalsium ibu hamil tidak tercukupi, maka kekurangan kalsium akan diambil dari tulang ibu. Sumber kalsium yang lain adalah sayuran hijau dan kacang-kacangan. Saat ini kalsium paling baik diperoleh dari susu serta produk olahannya. Susu juga mengandung banyak vitamin, seperti vitamin A, D, B2, B3, dan vitamin C. (conectique.com)

SUMBER: KOMPAS CYBER MEDIA tanggal 21 September 2006, Milis Kehamilan

Mengenali Tanda Kehamilan

05.39 Posted In Edit This 0 Comments »

Untuk menghitung usia kehamilan, pada umumnya kaum perempuan menggunakan bilangan bulan. Namun ada juga yang menghitung dengan bilangan minggu. Mana sih yang lebih cocok, bulan atau minggu?

Dr Laila Nuranna dari Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Indonesia (FKUI) Jakarta, menyebutkan, ilmu kedokteran menetapkan agar kaum wanita menghitung usia kehamilannya dengan bilangan minggu. Pasalnya, dengan menggunakan bilangan minggu, pengawasannya lebih mudah dilakukan dan khsusunya pada kasus yang mempunyai risiko pada kehamilan lebih cepat diteliti.

Lama kehamilan pada seorang wanita normal dihitung dari mulai ovulasi hingga persalinan yang cukup satu bulan kira-kira 280 hari atau 40 minggu, kata Laila.

Wanita yang sedang hamil dapat merasakan kehamilannya lewat 12 tanda kehamilan, yaitu: Pertama, terlambat haid (menstruasi). Oleh karena itu penting sekali kaum wanita untuk mengetahui dan mengingat hari pertama dan terakhir kapan haid. Hal ini diperlukan untuk mengetahui masa tua usia kehamilan dan memperkirakan tanggal persalinan.

Kedua, adanya (terjadinya) mual-mual atau muntah. Gejala ini sering terjadi pagi hari atau popular disebut

Water Birth. Ketahui Manfaat & Resikonya

05.38 Posted In Edit This 0 Comments »

Melahirkan di air atau water birth, masih belum populer di telinga kita, meski sudah ada dua proses persalinan yang berlangsung dengan metode ini. Berbeda dengan di beberapa negara Asia lain, metode ini justru menjadi pilihan utama ibu untuk melahirkan.

Di negara kita, tak semua rumah sakit dilengkapi fasilitas untuk persalinan dengan metode ini. Selain dibutuhkan tenaga medis yang terlatih, pihak rumah sakit harus memilliki kolam bersalin berdesain khusus (birth pool). Sterilitas air perlu diperhatikan agar tidak menyebabkan infeksi pada ibu dan bayi yang dilahirkan.

Manfaat

Bagi ibu:
Para pakar kesehatan di bidang ginekolog mengakui bahwa melahirkan dalam air memiliki kelebihan dibanding metode melahirkan lain.

  1. Ibu akan merasa lebih relaks karena semua otot yang berkaitan dengan proses persalinan menjadi elastis.
  2. Metode ini juga akan mempermudah proses mengejan. Sehingga rasa nyeri selama persalinan tidak terlalu dirasakan.
  3. Di dalam air proses pembukaan jalan lahir akan berjalan lebih cepat.

Bagi bayi:

  1. Menurunkan risiko cedera kepala bayi.
  2. Meskipun belum dilakukan penelitian mendalam, namun pakar kesehatan meyakini bahwa lahir dengan metode ini memungkinkan IQ bayi menjadi lebih tinggi dibandingkan bayi yang lahir dengan metode lain.
  3. Peredaran darah bayi akan lebih baik, sehingga tubuh bayi akan cepat memerah setelah dilahirkan.

Ada 2 metode water birth

  1. Water birth murni. Ibu masuk ke kolam persalinan setelah mengalami pembukaan 6 sampai proses melahirkan terjadi.
  2. Water birth emulsion. Ibu hanya berada di dalam kolam hingga masa kontraksi akhir. Proses melahirkan tetap dilakukan di tempat tidur.

Risiko

  1. Kemungkinan air kolam tertelan oleh bayi sangat besar. Kondisi ini menyebabkan proses membutuhkan bantuan dokter kebidanan dan kandungan, juga spesialis anak yang akan melakukan pengecekan langsung saat bayi lahir. Sehingga jika ada gangguan bisa langsung terdeteksi dan diatasi.
  2. Hipotermia atau suhu tubuh terlalu rendah akan dialami ibu jika proses melahirkan berlangsung lebih lama dari perperkiraan.
  3. Bayi berisiko mengalami temperature shock jika suhu air tidak sama dengan suhu si ibu saat melahirkan yaitu 37 derajat celcius.

sumber: conectique.com

Melahirkan Normal Dengan Induksi

05.30 Posted In Edit This 0 Comments »

Setiap wanita hamil tentu sangat menantikan saat kelahiran buah hatinya. Tetapi, apa jadinya bila setelah lewat 9 bulan masa kehamilan, tanda akan segera melahirkan belum juga terlihat? Tentu saja, kehamilan harus dihentikan. Salah satu cara yang dapat ditempuh, adalah melalui proses induksi.

Dengan kata lain, induksi dilakukan untuk mengakhiri kehamilan, dan memulai persalinan. Induksi pun dilakukan sebagai upaya mempermudah mengeluarkan bayi dari rahim secara normal. ’’Biasanya, ketika hamil dan akan memasuki proses persalinan, ibu hamil akan mengalami kontraksi secara spontan. Namun, jika kontraksi tidak juga timbul, maka akan dilakukan induksi,’’kata dr Ekarini Aryasatiani, SpOG, spesisialis obstetri dan ginekolog, RS St Carolus, Jakarta.

Induksi sendiri, lanjutnya, dapat diartikan sebagai upaya untuk memunculkan His. ’’His merupakan jenis kontraksi yang sifatnya teratur. Frekuensinya pun makin lama makin sering, dan rasanya makin kuat,’’ucapnya. Berbeda dengan His, kontraksi bersifat hilang-timbul tidak beraturan.

Kehamilan lewat bulan
Menurut Josie L Tenore, MD, SM, seorang asisten profesor dari sekolah kedokteran Northwestern University, Chicago, Amerika Serikat, alasan paling umum dilakukannya induksi adalah usia kehamilan yang telah lewat 2 minggu atau lebih dari tanggal/waktu kelahiran seharusnya, istilah populernya adalah overdue. ’’Selain itu, induksi pun dapat dilakukan dengan alasan kesehatan ibu, misalnya si ibu memiliki tekanan darah tinggi, terkena infeksi serius, atau mengidap diabetes,’’katanya.

Sebenarnya, untuk mengakhiri kehamilan pada kondisi tersebut di atas, ada dua cara yang dapat dilakukan, yaitu operasi caesar dan induksi. Induksi dilakukan apabila pasien menginginginkan untuk dapat melahirkan secara normal. Tentu saja, hal itu dapat dikabulkan bila telah dilakukan sejumlah pertimbangan medis oleh dokter yang menanganinya.

Menurut dr Ekarini, induksi dapat dilakukan dengan sejumlah syarat :

  1. Ukuran bayi tidak terlalu besar, sehingga masih dimungkinkan untuk dilahirkan secara normal.
  2. Tidak boleh ada ari-ari di bawah (plasenta previa)
  3. Letak bayinya bagus

Kimia dan Mekanik
Proses induksi dapat dimulai melalui 2 cara, masing-masing secara kimia dan mekanik. Melalui cara kimia, si ibu akan diberikan obat-obatan khusus. Ada yang diberikan dengan cara diminum, dimasukan ke dalam vagina, diinfuskan, atau pun disemprotkan pada hidung.

Biasanya, tak lama setelah salah satu cara kimia itu dilakukan, akan mulai timbul His. Sementara, induksi mekanik dapat dilakukan dengan sejumlah cara, seperti menggunakan metode stripping, vibrator, kateter, dan memecahkan ketuban. Pada dasarnya, semua metode tersebut ditujukan untuk mengeluarkan zat prostaglande (prostaglandin) yang fungsinya sebagai zat penyebab otot rahim berkontraksi.

Normal atau caesar?
Induksi dilakukan bagi ibu hamil yang belum juga mendapatkan His, pada waktu seharusnya Ia menghadapi proses persalinan. Bagi sebagian wanita hamil, operasi caesar mungkin merupakan jawabannya. Tetapi tidak sedikit diantara ibu hamil yang ingin tetap dapat melahirkan secara normal, maka induksi merupakan jalannya. Tetapi, bukan berarti cara ini tidak memiliki resiko. Diantara resiko yang mungkin terjadi, antara lain :

  1. Kontraksi rahim bisa berlebihan, oleh karenanya induksi benar-benar harus berada dalam pengawasan sempurna dari dokter kandungan. Bila ibu merasa tidak tahan dengan rasa sakit yang ditimbulkan, proses induksi akan dihentikan. Kemudian, akan dilakukan operasi caesar.
  2. Janin dapat merasa tidak nyaman. Bila ketidaknyamanan itu dirasakannya sangat mengganggu, dapat membuat bayi mengalami gawat janin (stress pada bayi). Tetapi, sebelum dan saat induksi berlangsung, dokter akan memantau melalui cardiotopografi. Bila dianggap terlalu beresiko menimbulkan gawat janin, proses induksi akan dihentikan.
  3. Merobek bekas jahitan operasi caesar. Bagi ibu yang sebelumnya pernah dioperasi caesar, lalu menginginkan kelahiran normal. Bila His tidak muncul, kemudian memilih diinduksi, resiko yang kemungkinan kecil terjadi adalah, robeknya bekas jahitan operasi caesar terdahulu.
  4. Emboli. Ini merupakan kemungkinan yang teramat kecil terjadi. Emboli terjadi apabila air ketuban yang pecah masuk ke pembuluh darah dan menyangkut di otak ibu, atau paru-paru. Bila terjadi, dapat merenggut nyawa ibu seketika.

Kenapa Harus Induksi ?
Menurut dr Ekarini Aryasatiani, SpOG, spesisialis obstetri dan ginekolog, RS St Carolus, Jakarta, induksi dilakukan dengan sejumlah alasan, diantaranya:

  1. Usia kehamilan di atas 40 minggu (overdue)
  2. Kondisi kesehatan ibu
  3. Ukuran janin terlalu kecil, bila dibiarkan terlalu lama dalam kandungan diduga akan beresiko/membahayakan hidup janin.

Induksi dilakukan apabila sang ibu tetap ingin mengusahakan proses kelahiran normal. Meski demikian, induksi tetap memiliki sejumlah resiko. Tetapi, ada sejumlah cara yang dapat ditempuh demi meminimalkan resiko tersebut, antara lain:

  1. Penanganan harus cepat. Untuk itu, ibu hamil harus senantiasa berkonsultasi dengan dokter kandungan.
  2. Normalnya, kontraksi sesekali sudah mulai muncul sejak kandungan berusia 34 minggu, meskipun datangnya jarang-jarang. Jika setelah mencapai 36 minggu, belum timbul kontraksi sama sekali, disarankan melakukan hubungan suami istri. Pasalnya, air mani mengandung zat prostaglande. Meski demikian, tetap harus dilakukan dengan ektra hati-hati.

Sumber : Majalah Parentsguide – hypno-birthing.web.id