Aneka Mitos Seputar Kehamilan

00.06 Posted In Edit This 0 Comments »
Biasanya begitu kita hamil, muncullah aneka nasihat yang berbau anjuran dan larangan. Tidak boleh ini, harus itu, dan sebagainya. Padahal, sering kali itu cuma mitos belaka.

Berikut adalah mitos-mitos yang biasa kita dengar dan bagaimana penjelasannya secara akal sehat dan juga medis, berdasarkan penjelasan dr Judi Januadi Endjun, Sp.OG, dari RSPAD Gatot Subroto.

BERKAITAN DENGAN PERILAKU

* Wanita hamil dan suaminya dilarang membunuh binatang. Sebab, jika itu dilakukan bisa menimbulkan cacat pada janin sesuai dengan perbuatannya itu. Tentu saja tak demikian. Itu cuma takhyul saja. Tapi, yang perlu diingat, membunuh atau menganiaya binatang adalah perbuatan yang tak bisa dibenarkan.

* Ibu hamil disarankan memasang gunting kecil atau pisau kecil pada pakaian dalam agar janin terhindar dari bahaya. Yang bahaya justru bila gunting atau pisau kecil itu menusuk kulit ibu, betul kan?

* Tabu jika sudah menyiapkan perlengkapan bayi sebelum bayi lahir.
Ah, yang benar saja. Alangkah repotnya jika semua perlengkapan baru dibeli saat si kecil sudah lahir. Yang pasti, jangan terlalu boros dulu. Jadi, yang disiapkan hanya hal-hal yang benar-benar diperlukan dalam jumlah secukupnya.

* Tak boleh makan menggunakan sendok besar agar bibir si bayi mungil. Ini juga tak masuk akal. Mungil atau tidaknya bibir, juga bentuk mata, alis, hidung, bentuk wajah, rambut, dan sebagainya akan mengikuti ayah atau ibunya, atau kombinasi keduanya. Bahkan, dapat saja wajah atau rambut bayi mengikuti kakek-neneknya. Yang jelas, Tuhan tak pernah membuat dua manusia yang mirip seratus persen.

* Jika bentuk perut ibu selama hamil meruncing, ia akan melahirkan bayi lelaki. Sementara jika bundar, yang akan lahir bayi perempuan. Ah, yang ini sih cuma kata nenek saja. Pada kehamilan pertama, perut cenderung membulat di atas. "Karena otot-otot dinding perut masih kuat sehingga mampu menyangga rahim," papar dr Judi. Sedangkan pada kehamilan berikutnya yang bertambah besar dan berat cenderung turun ke bawah. Ini disebabkan otot-otot dinding perut sudah mulai kendur dan tak terlalu baik menyangganya.

Bisa juga disebabkan posisi bayi. "Jika melintang, bisa dipastikan perut ibu melebar ke samping," kata dr Judi. Begitu pun jumlah cairan ketuban. Jika jumlahnya banyak, perut pun kelihatan lebih besar.

BERKAITAN DENGAN MAKANAN/MINUMAN
* Wanita hamil dianjurkan minum minyak kelapa (satu sendok makan per hari) menjelang kelahiran. Maksudnya agar proses persalinan berjalan lancar. Lho kok minum minyak? Minyak itu kan digunakan untuk menggoreng. Entah itu tempe atau kerupuk. Jangan percaya ah! Semua unsur makanan akan dipecah dalam usus halus menjadi asam amino, glukosa, asam lemak, dan lain-lain agar mudah diserap usus.

* Jangan minum air es agar bayinya tak besar. Sebenarnya, yang menyebabkan bayi besar adalah makanan yang bergizi baik dan faktor keturunan. Minum es tak dilarang asal tak berlebihan. Karena jika terlalu banyak, ulu hati akan terasa sesak dan ini tentu membuat ibu hamil merasa tak nyaman. Lagi pula, segala sesuatu yang berlebihan akan selalu berdampak tak baik. Begitu, bukan?

Mitos Kehamilan

23.37 Posted In Edit This 0 Comments »
Sedang hamil atau berencana hamil? Banyak ya mitos-mitos kehamilan, yang seringkali bikin kita jadi serba salah gak menentu. Berikut ini ada beberapa mitos kehamilan yang selama ini ada di sekitar kita:

* Dilarang membunuh binatang baik itu si suami ato istri yang sedang hamil, bisa-bisa bayinya terlahir cacat. (Alasan tidak boleh membunuh binatangnya bisa dibenarkan, tapi bukan berarti itu dikaitkan dengan bayi yang terlahir cacat kan?)

* Memasang pisau/ gunting kecil pada pakaian dalam agar janin terhindar dari marabahaya. (Haaiyaah!! Malah bahaya bukan? Bisa-bisa nusuk perut, kan berabe!!)

* Hamil pasti ngidam, mintanya aneh-aneh, kalo tidak dituruti, si bayi bisa ngileran. (ngidam itu tradisi yang berkembang di Indonesia. Tidak ada hubungan bayi ngiler dengan masa ngidam yang tidak terpenuhi, lagian ngiler ato ngeces hal yang wajar kan, kita aja yang dewasa kadang masih suka ngeces toh)

* Hamil pasti muntah-muntah, lemes, gak bisa ngapa-ngapain. (faktor hormonal memang berpengaruh pada kondisi fisik, tapi apakah mesti menjadi alasan buat malas-malasan, ongkang-ongkang aja. Kalo kita mengacu pada Sigmund Freud, bahwa jauh dalam diri kita punya alam bawah sadar yang tentunya dimiliki si janin, bisa jadi males-malesan selama hamil, nular ke si kecil nantinya. Kecuali kehamilan tertentu yang memang membutuhkan perawatan khusus, karena kandungan lemah ato ibu yang menderita sakit tertentu

* Tabu jika menyiapkan perlengkapan bayi sebelum bayi lahir. (Mau emangnya belanja dalam kondisi badan makin berat, kaki mulai kram & bengkak, dan perut makin membuncit?? Mending belanjanya pas perut belum terlalu besar kan, biar lebih nyaman)

* Jika bentuk perut ibu selama hamil meruncing, ia akan melahirkan bayi lelaki. Sementara jika bundar, yang akan lahir bayi perempuan. (Padahal suka-suka di bayi toh, pas melintang, perut ibu keliatan melebar ke samping, bisa juga karena faktor mulai kendornya otot-otot dinding perut setelah pernah melahirkan sebelumnya)

* Minum air es, bikin bayi besar (Sebenarnya, yang menyebabkan bayi besar adalah makanan yang bergizi baik dan faktor keturunan. Ya tentunya jangan banyak-banyak dong, kalo perut kembung kan juga gak enak rasanya. Jika yang dimaksud air es itu menggunakan pemanis seperti sirup, tentunya akan berbahaya untuk ibu hamil yang memang sudah mengidap kencing manis)

* Minum susu kedelai bikin kulit bayi bewarna putih. (Ini mah dari sononya jeng jeng... kalo emang ortunya putih ya anaknya ngikut, kalo item ya ngikut, kalo emaknya putih bapaknya putih, ya item-putih *hihiihiih, kek zebra dunk*. Intinya karena faktor genetik)

Nah, gimana? Gak perlu takut dengan sesuatu yang gak perlu dan melakukan apapun yang gak penting kan? Lebih baik selama hamil, kita isi dengan kegiatan positif, membangun sugesti positif, dan selalu berpikiran positif. Itu aja biar selama hamil tetep hepi, seger, aktif & lincah.

Mitos Kehamilan, Benarkah?

23.20 Posted In Edit This 0 Comments »
Saat seorang wanita hamil, maka biasanya akan banyak mendapat banyak nasehat – nasehat dari kerabat, keluarga, teman juga dari orang sekelilingnya, tentang apa yang boleh dan tidak boleh selama kehamilan anda.

Walaupun maksud dari mereka semuanya adalah baik tetapi tidak semua dari nasehat atau pantangan kehamilan yang diberitahukan itu benar secara medis maupun ilmiah. Kebanyakan hanya berdasarkan mitos atau kepercayan saja daripada kenyataannya.

Oleh karenanya bila anda hamil sebaiknya selalu menkonfirmasikan informasi yang anda dapatkan dengan dokter atau referensi buku yang dapat dipercaya, sehingga anda mengetahui apa kebenarannya dan tidak hanya mengikuti sesuatu yang anda sendiri tidak mengetahui alasannya / kenyataannya.:-)

BEBERAPA MITOS KEHAMILAN & FAKTA:

- Tidak boleh memotong atau menjahit baju.

Mitos: Tidak boleh memotong atau menjahit baju selama kehamilan atau anak akan lahir dengan bibir sumbing.

Fakta: Bibir sumbing biasanya karena pengaruh obat-obatan yang diminum ibu saat hamil, efek radiasi atau factor genetic. Oleh karenanya x-ray tidak dilakukan selama kehamilan kecuali atas indikasi tertentu.

- Minuman dari kacang kedeai (susu kacang) akan membuat kulit bayi bewarna putih.

Mitos: minum susu kacang atau makanan dari kacang kedelai akan membuat bayi berkulit putih.

Fakta: warna kulit seseorang dipengaruhi oleh factor genetic ayah – ibunya, bukan dari susu kedelai.

- Jeruk akan meningkatkan lendir pada bayi dan resiko kuning pada bayi baru lahir.

Mitos: Jangan makan jeruk terlalu sering akan meningkatkan lendir pada paru bayi dan resiko kuning saat bayi lahir.

Fakta: Jeruk adalah sumber vitamin C dan serat yang baik.

- Minum air es akan menyebabkan bayi besar.

Mitos: Sering minum es saat hamil menyebabkan bayi besar dan akan sulit lahir.

Fakta: Bayi besar biasanya berhubungan dengan ibu hamil yang mempunyai penyakit kencing manis. Jadi mungkin es ini diminum oleh ibu hamil yang memang dengan riwayat penyakit kencing manis. Jadi bukan minum es lalu menyebabkan bayi besar karena air es akan dikeluarkan oleh tubuh sebagai keringat atau air seni.

- Makanan pedas akan menyebabkan bayi lahir dengan bercak kulit kemerahan atau berkulit lebih gelap.

Mitos: Makan makanan pedas saat hamil akan menyebabkan bayi lahir dengan bercak kulit kemerahan atau bayi akan berkulit lebih gelap/hitam.

Fakta: Sekali lagi warna kulit seseorang tidak ditentukan oleh makanan pedas, tapi factor genetic dari orang tuanya. Dan faktanya bahwa makan makanan pedas saat hamil, membuat rasa tak enak diperut apalagi bila anda sedang mual, jadi bukan karena menyebabkan bercak kemerahan pada kulit.


Banyak lagi mitos kehamilan lainnya yang terdapat dalam masyarakat kita. Ketika anda sedang hamil dan mendapatkan berbagai nasehat atau pantangan, ingatlah untuk selalu mendapatkan fakta dan kebenaran secara medis atau ilmiahnya. Anda dapat bertanya kepada dokter anda untuk memastikannya sebelum anda hanya sekedar mengikutinya saja 

© Dr. Suririnah- www.infoibu.com

Bayi Besar Dan Minum Es

23.09 Posted In Edit This 0 Comments »

Bila Anda seorang ibu yang sedang hamil, Takutkah anda jika bayi anda kelak lahir dengan bayi besar yakni bayi lahir dengan berat diatas 4 kilogram. Setiap bayi yang lahir besar berisiko terjadi komplikasi saat melahirkan, risiko yang terjadi bisa berupa sulitnya bayi keluar melalui jalan lahir, perdarahan pasca melahirkan akibat robekan pada jalan lahir atau tersangkutnya bahu anak yang berakibat bayi sulit bernafas, bahkan bila tersangkutnya bahu tak segera tertolong menyebabkan kematian sang anak.

Hal ini adalah satu bentuk komplikasi saat proses persalinan yang terjadi dengan bayi besar. Sebenarnya prediksi anak besar telah dapat diprediksi lebih dini dengan periksa kehamilan yang teratur baik di bidan maupun pada dokter.

Saat periksa hamil di dokter anda selalu di tanya, riwayat siklus haid yang lalu, riwayat masalah kesehatan ibu/bapak sebelum hamil, keluhan-keluhan yang dirasakan selama hamil dan riwayat komsumsi obat-obatan tertentu selama hamil berlangsung. Pertanyaan tersebut akan membawa dokter dalam program pemeriksaan lanjutan demi kesejahteran janin.

Sebagai contoh bila ibu dengan riwayat terjadi keguguran yang berulang, bayi meninggal dalam kandungan dan pernah melahirkan bayi besar, dokter akan mengarahkan untuk memeriksa kadar gula darah ibu dan pemeriksaan darah untuk melihat parasit tertentu seperti toksoplasma.

Dengan pemeriksaan lebih awal ini kelainan tertentu bisa diatasi dengan pemberian obato-batan tertentu.

Kasus bayi besar dengan berat bayi dibawah 5 kilogram masih serin terjadi, akan tetapi, bayi yang lahir dengan berat ekskrim antara 6 kilogram masih sangat jarang terjadi, untuk Aceh pernah lahir bayi dengan 6 kg yang lahir 17 Oktober tahun lalu, dan berat bayi besar yang tercatat di museum rekord Muri, 6,4 kilogram, sedangkan yang terberat di dunia bayi asal Siberia dengan 7,7 kilogram.

Bayi besar atau istilah latin dikenal makrosomia, atau Giant Baby(bayi raksasa), adalah bayi dengan berat badan diatas 4 kilogram. Kejadian sangat bervariasi antara 8 sampai 10 persen total kelahiran, akan tetapi kelahiran dengan berat sangat ekstrim seperti diatas 5,5 kg sangat langka.

Bayi besar akan meningkatkan risiko problema proses persalinan yaitu kemungkinan terjadi bahu bayi tersangkut dan, kalaupun bayi lahir, bayi akan lahir dengan gangguan nafas dan kadang kala bayi lahir dengan trauma tulang leher, bahu dan selubung sarafnya. Semuanya ini terjadi akibat massa bayi yang besar sehingga tidak mungkin atau sangat sulit melewati panggul ibu.

Beruntung pada keadaan tertentu bayi bisa lewat panggul ibu dengan proses lama akan tetapi biasanya bayi tersebut berpotensi tidak sehat, sedangkan ibu yang melahirkan sering mengalami gangguan berjalan pasca melahirkan akibat peregangan maksimal struktur tulang panggul. Keluhan keluhan tersebut bisa sembuh kembali dengan perawatan yang baik.

Faktor penyebab terjadinya bayi besar bisa akibat faktor ibu dan bisa juga akibat faktor bayinya sendiri. Beberapa faktor –faktor tersebut diantaranya. Ibu yang menderita sakit gula(diabetes melitus), hal ini terjadi akibat terjadi gangguan penggunaan gula darah ibu hamil yang disebabkan ttak berperannya fungsi hormon insulin, inilah yang membuat bayi menjadi tumbuh besar.

Seorang ibu dengan riwayat sakit gula, bila hamil harus melakukan pemeriksaan laboratorium tentang kadar gula darah untuk mencegah terjadinya komplikasi kematian bayi didalam rahim.

Pemeriksaan kadar gula darah sebaiknya dilakukan saat usia kehamilan 24-28 minggu, bila kadar gula darah tidak normal, nilai kadar gula harus diturunkan dalam batas aman atau normal dengan menggunakan suntikan hormon insulin, karena penggunaan obat penurun gula darah tablet tidak dibenarkan, sebab bisa membahayakan bayi.

Selama Hamil pertambahan berat badan ibu selalu dicatat pertambahan demi memprediksi tentang kesehatan ibu dan mencegah penambahan yang sangat menyolok. Seeorang ibu hamil gemuk berisiko 4 sampai 12 kali untuk melahirkan bayi besar. Bayi yang lahir besar juga dihubungkan dengan usia kehamilan yang lewat waktu taksirannya.

Selain itu seorang Ibu dengan kehamilan lebih dari 2 juga berpotensi melahirkan bayi besar, karena umumnya berat seorang bayi yang akan lahir berikutnya bertambah sekitar 80 sampai 120 gr . Ibu hamil dengan usia lanjut dan pernah melahirkan bayi besar, berpeluang melahirkan bayi besar. Selain itu pengaruh postur ibu dan bapak yang besar juga mempengaruhi lahir bayi besar, pengaruhnya berhubungan dengan tinggi badan bukan berat badannya.

Pengaruh genetik atau kelainan kongenital (bawaan) juga berpengaruh untuk terjadi bayi besar. Bayi dengan Jenis kelamin laki-laki berpengaruh terjadi bayi besar , biasanya anak lelaki sekitar 150 lebih berat dari jenis perempuan, kejadian pada anak lelaki berkisar 60 sampai 65 persen..

Ibu hamil yang minum es tidak ada hubungan dengan kejadian anak besar, keluhan ini sangat sering ditanyakan seorang ibu hamil saat memeriksakan kehamilan di dokter kandungan.

Dengan periksa hamil teratur dapat ditekan risiko komplikasi bagi ibu yang sering terjadi akibat bayi besar, seperti tingginya angka operasi Caesar, perdarahan pascasalin, dan trauma jalan lahir. Periksa kehamilan di pos bidan desa atau puskesmas baik itu dilakukan oleh bidan maupun dokter umum akan menjadi tempat skrining awal, ada tidaknya masalah kehamilan seorang ibu.

Bila seorang ibu dengan penambahan berat badan diatas 12 kg, rata-rata penambahan berat badan ideal selama hamil (7 sampai 12 kg), atau adanya tinggi fundus rahim diatas 40 cm, atau ibu yang gemuk (berat diatas 80 kg), sebaiknya kasus yang demikian segera dirujuk ke rumah sakit untuk konfirmasi pemeriksaan sonografi karena kelompok ibu dengan ukuran-ukuran tersebut berpotensi terjadi bayi besar.

Masalah yang muncul pada bayi besar dengan ibu riwayat sakit gula adalah perawatan bayi pasca lahir, bayi harus diperiksa kadar gula darahnya untuk mencegah bayi kurang energi disebabkan sianak biasanya fungsi hormon insulinnya normal. Sedangkan pada kelompok bayi besar akibat faktor postur ibu yang besar, perawatannya relatif mudah.

Pencegahan terjadinya bayi besar bertujuan mencegah terjadi komplikasi yang tidak diinginkan bagi ibu dan janin dengan jalan melakukan diagnosa lebih awal adanya potensi terjadinya bayi besar. Pencegahan dilakukan dengan melakukan penimbangan berat badan ibu secara teratur, pengukuran tinggi fundus uteri dan pola makan yang benar.

Selama ini masih ada anggapan seorang ibu hamil harus makan untuk porsi dua orang karena itu ia membutuhkan energi yang relatif banyak, pendapat tersebut tidak benar karena peningkatan kalori yang dibutuhkan seorang ibu hamil berkisar 10 sampai 15 persen kebutuhan normal.

Untuk mencegah adanya bayi besar ibu hamil perlu melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur, 4 kali selama kehamilannya, sekali saat kehamilan trimester pertama dan kedua dan 2 kali saat usia kehamilan trimester ketiga.

Penting bagi seorang ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan sonografi(USG) selama kehamilan, sebaiknya seorang ibu hamil selama masa kehamilannya minimal diperiksa sebanyak 2 kali, yakni saat usia kehamilan 12-15 minggu untuk melihat adanya kelainan bayi, dan saat usia kehamilan 8 bulan untuk menentukan kesejahteraan janin, letak plasenta dan posisi/presentasi bayi sehingga bisa merencanakan tempat persalinan yang optimal.

Pemeriksaan besar bayi dengan USG akan memberikan ketepatan sampai 90 persen, sedangkan dengan pemeriksaan phisik saja misal dengan berat badan ibu dan tinggi fundus uteri memberikan ketepatan sampai 50 persen.

Mengingat banyaknya risiko yang mungkin terjadi dalam masa kehamilan, maka sebaiknya. Setiap ibu hamil melakukan pemeriksaan kehamilan dengan baik dan teratur,dengan menimbang penambahan berat badan setiap bulan, lakukan pemeriksaan USG selama masa hamil minimal pada awal dan akhir usia kehamilan . Jangan malu menceritakan riwayat kehamilan yang buruk jikalau ada saat berkonsultasi dengan dokter.

Dengan tingginya kesadaran masyarakat melakukan pemeriksaan kehamilan dengan baik kita akan dapat menurunkan risiko kelahiran bayi besar, dan risiko kehamilannya. Selesai.

M.Andalas,dr.SpOG
waspada.co.id

Makanlah Pisang Jika Ingin Anak Laki-laki

22.24 Posted In Edit This 0 Comments »

Sengaja bercinta pada bulan purnama, menghindari atau justru melakukan gaya tertentu saat berhubungan badan, banyak dilakukan pasangan yang ingin memiliki anak dengan jenis kelamin tertentu.

Mitos-mitos tersebut belum pernah dapat dibuktikan kebenarannya dari segi ilmu pengetahuan, namun satu tim peneliti membuktikan hubungan antara makanan sang calon ibu dengan jenis kelamin bayi dalam kandungannya.

Penelitian dari universitas Exeter dan Oxford itu menemukan bahwa perempuan yang diet rendah kalori dan tidak sarapan saat masa pembuahan, punya kemungkinan lebih besar melahirkan bayi perempuan.

Penelitian yang diterbitkan dalam suatu jurnal pada pertengahan pekan ini juga menyebutkan bahwa ibu dengan asupan energi lebih tinggi punya kemungkinan lebih besar untuk memiliki bayi laki-laki.

“Penelitian ini mungkin membantu untuk menjawab pertanyaan, mengapa di negara maju, dengan kaum perempuan muda yang umumnya diet rendah kalori, jumlah bayi laki-laki makin sedikit,” kata Fiona Mathews, pemimpin penelitian tersebut sebagaimana dikutip berbagai media dan situs berita.

Menghindari sarapan mungkin diterjemahkan tubuh sebagai isyarat rendahnya ketersediaan makanan sehingga membuat tubuh menekan kadar gula darah.

Jenis kelamin secara genetik ditentukan oleh sang ayah, dan diketahui pula bahwa kadar glukosa yang tinggi akan mendorong pertumbuhan serta perkembangan embrio laki-laki sekaligus menghalangi embrio perempuan. Hal yang belum jelas adalah mekanisme persis dari proses tersebut.

“Sang ibu sepertinya bisa mempengaruhi sperma atau sel telur sejak tahap awal, bahkan kemungkinan sebelum berada di rahim.” kata Mathews, peneliti dari Universitas Exeter.

“Kami juga bisa membenarkan dogeng ibu-ibu zaman dulu bahwa makan pisang hingga punya asupan potasium yang banyak ada kaitannya dengan mengandung bayi laki-laki.” lanjut Mathews.

Menurut dia, yang belum terbukti adalah mitos minum banyak susu agar punya bayi perempuan. “Bahkan sebaliknya, minum banyak susu berarti makin banyak kalsium masuk sehingga lagi-lagi kemungkinannya lebih besar memiliki bayi laki-laki.”

Mathews menyatakan tidak perlu membedakan energi yang didapat berasal dari karbohidrat atau lemak. “Yang penting, berapa jumlah kalori yang didapat.”

Mereka yang makan sekitar 2.200 kalori per hari memiliki kemungkinan punya bayi laki-laki 1,5 kali lebih besar dibanding calon ibu yang makan sekitar 1.850 kalori per hari.

Para ilmuwan memperingatkan para calon perempuan hamil agar tidak mengkonsumsi garam secara berlebih jika mengubah makanan mereka karena dapat membahayakan.

Jika ingin punya anak laki-laki, lanjut dia, makan sereal setiap hari dalam batas wajar serta potasium, kalsium, sodium secukupnya ditambah asupan protein, merupakan salah satu pilihan yang baik.

Mathews dan koleganya mempelajari 740 perempuan Inggris yang sedang hamil pertama. Para peneliti tersebut menemukan bahwa 56 persen dari kelompok yang tertinggi tingkat asupan energinya ternyata mengandung anak lelaki, sedangkan kelompok dengan asupan energi terendah, hanya 45 persen yang mengandung bayi lelaki.

“Perempuan yang mengandung bayi laki-laki juga lebih tinggi 300mg dalam konsumsi asupan potasium. Jadi makanan seperti pisang adalah baik,” katanya.

Sebagian peneliti sejak bertahun-tahun lalu telah memperingatkan adanya perubahan rasio jenis kelamin di negara-negara maju. Ketika itu yang dituding sebagai penyebab adalah polutan dan bahan kimia sintetis, misalnya beberapa pestisida, karena hal itu mengganggu hormon manusia.

Penelitian itu tidak menemukan bukti hubungan antara jenis kelamin bayi dengan kebiasaan merokok atau minum kafein dari sang ibu. Tidak ditemukan pula adanya hubungan antara indeks massa tubuh (BMI) si ibu dengan jenis kelamin anaknya.

Penemuan terbaru itu diterbitkan di jurnal Proceedings of the Royal Society B: Biological Sciences.

Namun, professor Stuart West, dari Edinburgh University, mengingatkan kaum perempuan untuk sangat berhati-hati jika menerapkan pola makan tertentu dalam usaha mempengaruhi jenis kelamin bayi dalam kandungan.

Dia menyatakan penelitian-penelitian serupa yang dilakukan kepada hewan menunjukkan banyaknya variasi efek dari langkah tersebut, karena itu studi Mathews dan para koleganya masih harus didalami lebih lanjut.

“Mengubah pola makan akan berdampak pada kesehatan ibu dan anak,” katanya.

West mengemukakan, efek makanan terhadap jenis kelamin bayi seperti dalam penelitian itu sebenarnya relatif kecil.

Pernyataan West senada dengan Dr Allan Pacey, ahli kesuburan dari University of Sheffield.

“Saya mengimbau kaum perempuan jangan mencoba sengaja membuat dirinya kelaparan untuk mempengaruhi jenis kelamin bayinya,” kata Pacey.

“Sudah terbukti bahwa perubahan kecil dalam pola makan dapat berdampak panjang pada hidup keturunannya, jadi sangat penting bahwa seorang ibu makan gizi yang cukup saat pembuahan dan selama kehamilan.”

Aditia Maruli
antara.co.id

Ibu Hamil Tak Perlu Takut Minum Air Es!

06.03 Posted In Edit This 0 Comments »

Banyak mitos di tengah masyarakat kita menyangkut kehamilan. Di antaranya mitos tentang minum air es. Benarkah bisa mengakibatkan kembar air? Banyak juga yang meyakini minum air es dapat membuat anak besar.

Salah Istilah
Apakah kembar air itu? Lagi-lagi ini merupakan istilah yang salah. Menjuluki suatu kehamilan dengan air ketuban yang kelewat banyak sebagai kembar air tidaktah tepat.

Jelas bahwa air ketuban itu bukan kembaran sang bayi. Air ketuban (cairan amnion) diproduksi oleh sel (endotel) yang melapisi kantong ketuban dan permukaan plasenta (ari-ari, uri) dan peresapan cairan (eksudasi) melewati membran kantong ketuban.

Pada proporsi yang lebih besar, air ketuban dihasilkan air kencing janin. Dalam keadaan sehat, janin akan minum air ketuban dan mengeluarkannya kembali dalam bentuk kencing, sehingga seolah-olah terjadi suatu lingkaran atau siklus yang berulang.

Itu sebabnya bentuk, rupa, bau air ketuban tidak jauh berbeda dengan air kencing. Dalam air ketuban juga dijumpai sel-sel dan rambut (lanugo) yang terlepas serta butiran lemak yang biasa melapisi permukaan kulit bayi (verniks kaseosa).

Pada suatu keadaan tertentu air ketuban didapatkan dalam jumlah yang lebih dari normal. Keadaan ini disebut polihidramnion, atau kadang disebut hidramnion saja.

Volume air ketuban bervariasi menurut umur kehamilan. Puncaknya di umur kehamilan sekitar 33 minggu, kemudian berangsur berkurang mendekati kehamilan cukup bulan. Sekitar 33 minggu, volume air ketuban berkisar satu sampai 1,5 liter. Pada kasus polihidramnion bisa sampai 3 liter, bahkan 5 liter.

Mungkin Proses Infeksi
Polihidramnion bisa dijumpai bila produksi air ketuban oleh sel pelapis selaput ketuban serta peresapan cairan melalui selaput ketuban terjadi secara berlebihan.

Penyebab keadaan tersebut belum bisa dipastikan secara benar, salah satu yang dicurigai adalah adanya proses infeksi. Dua pertiga kasus polihidramnion tidak diketahui sebabnya.

Seperti disebutkan sebelumnya, produksi paling dominan air ketuban adalah hasil dari proses urinasi atau produksi air kencing janin. Sudah juga dijelaskan bahwa janin meminum air ketuban dalam jumlah yang seimbang dengan air kencing yang diproduksi. Bila keseimbangan ini berubah, yaitu produksi air kencing berlebihan atau bayi tidak mampu meminum air ketuban, dapat terjadi polihidramnion.

Pada cacat bawaan sehingga air ketuban tak bisa tertelan, misalnya karena sumbatan atau penyempitan saluran pencernaan bagian atas, volume air ketuban akan meningkat secara drastis. Demikian pula bila kemampuan menelan janin mengalami gangguan, misalnya janin lemah karena hambatan pertumbuhan atau kecacatan yang menyangkut sistem saraf pusat hingga fungsi gerakan menelan mengalami kelumpuhan. Ketidaksesuaian golongan darah antara ibu dan janin yang dikandungnya juga bisa mengakibatkan terjadinya polihidiamnion.

Dari uraian tentang sebab dan mekanisme terjadinya polihidramnion, sudah jelas bahwa wanita hamil tidak perlu was-was minum air es atau mandi di malam hari. Selain itu, harus dipahami, meskipun tidak selalu disertai cacat pada janin, kita harus siap menghadapi kemungkinan adanya kecacatan bila menghadapi kasus polihidramnion.

Cepat Mblendhung
Produksi air ketuban yang abnormal baru bisa terjadi setelah umur kehamilan mencapai 22 minggu atau lima bulan.

Penderita biasanya merasa kandungannya cepat sekali berkembang (seolah tahu-tahu mblendhung).

Pada kasus polihidramnion ekstrem, pembesaran perut bisa begitu berlebihan sehingga dinding perut menjadi tipis dan terlihat pembuluh darah di bawah kulit. Lapisan kuilt pecah hingga tampak guratan-guratan pada permukaan perut secara berlebihan.

Rahim yang membesar berlebihan dapat menimbulkan rasa sesak dan gangguan napas karena paru-paru terdesak dan kapasitasnya mengurang. Sesak napas begitu hebat sehingga bisa menjadi alasan dokter untuk melakukan suatu tindakan medik.

Kalau diukur, pertambahan lingkaran perut begitu progresif, juga tinggi rahim. Dokter pemeriksa akan kesulitan melaba letak dan kedudukan janin karena besar janin yang relatif kecil dibandingkan pembesaran perut.

Letak janin sering tidak normal. Dengan alat pemeriksa, suara denyut jantung janin terdengar jauh karena jantung janin jauh dari permukaan. Namun, alat uftrasonografi dapat memberi diagnosis yang lebih pasti dengan cara mengukur ketinggian kantong air ketuban dan indeks cairan amnion (amniotic fluid index). Alat ini sekaligus untuk mengetahui apakah ada kelainan bawaan pada janin dan gangguan pertumbuhan janin.

Bisa Lahir Prematur
Polihidramnion meningkatkan risiko kelahiran prematur karena peregangan rahim yang berlebihan akan memicu terjadinya kontraksi.

Bila ada kontraksi rahim dan keadaan masih memungkinkan, dokter akan berusaha mencegah timbulnya persalinan prematur dengan memberikan obat pencegah kontraksi. Cara lain mencegah peregangan rahim yang berlebihan adalah dengan mengeluarkan sebagian cairan ketuban melalui sebuah jarum yang dimasukkan dari permukaan perut, yang disebut sebagai amniosentesis. Tindakan ini juga dapat digunakan untuk mengurangi rasa sesak penderita yang kadang tidak tertahankan.

Risiko komplikasi persalinan juga meningkat. Kemungkinan terjadinya perdarahan pasca persalinan lebih tinggi dibandingkan pada kehamilan biasa. Pada polihidramnion juga bisa dijumpai komplikasi lepasnya plasenta dari perlekatannya sebelum operasi dan terjadinya kematian janin di dalam kandungan.

Kejadian bedah caesar juga lebih tinggi dibandingkan pada kehamilan biasa karena letak janin yang tidak normal atau menurunnnya kesejahteraan janin.

Oleh: Dr. Bharoto Winardi Soeprono, Sp.OG, Dokter obstetri dan ginekologi
Sumber : Kompas.com