Mengenal Lebih Jauh Kehamilan Kosong (Blighted Ovum)

22.37 Posted In Edit This 0 Comments »

Anda pernah mendengar kehamilan kosong atau Blighted Ovum? Yaitu calon ibu yang mengalami kehamilan kosong. Meski tidak mengalami gejala aneh, tapi di dalam kandungannya yang membesar, tidak terdapat janin.

“Blighted ovum adalah suatu kehamilan tanpa dijumpai adanya pertumbuhan embrio,” ungkap Dr. Andon Hestiantoro, SpOG (K) dari Klinik Yasmin Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat.

Saat dilakukan tes kehamilan, calon ibu dinyatakan positif hamil dan mereka juga merasakan gejala-gejala wanita hamil seperti umumnya. Seperti mual, pusing, cepat lelah, dan payudara yang mengeras.

“Pada kehamilan kosong, plasenta dan kantung kehamilan tetap berkembang secara normal, yang menjadi masalah hanyalah perkembangan janinnya,” tukas Dr. Andon. Tak heran bila dalam tes kehamilan urin, hasilnya tetap positif dan mengalami gejala kehamilan muda.

Menurutnya, kehamilan kosong terjadi karena sel telur yang dibuahi tidak berhasil berkembang secara sempurna. Meski kantung kehamilan terus membesar, namun perkembangan janinnya sama sekali tidak terjadi.

“Sehingga saat kehamilan berusia kurang lebih satu setengah bulan, saat dilakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG), hanya akan terlihat kantung kehamilan saja tanpa ada gambar janinnya,” terangnya.

Calon ibu hanya bisa diindikasikan apakah mengalami kehamilan kosong atau tidak, adalah saat ia melakukan pemeriksaan USG.

“Blighted ovum terjadi di kehamilan yang sangat dini, pada umumnya pasien datang ke dokter karena keluhan berupa bercak pendarahan di usia kehamilan kurang lebih 6-8 minggu,” tukasnya.

Tak heran bila penderita menyangka selama ini kehamilannya normal-normal saja, sebab kantung kehamilan terlihat jelas, dan tes kehamilan urin pun positif. Sehingga biasanya kehamilan kosong itu baru terdeteksi saat si ibu melakukan USG.

Sayangnya alat bantu USG melalui vagina, gambaran janin baru dapat terlihat di usia kehamilan 6 minggu dan dengan USG yang ditempelkan di perut, gambaran janin baru dapat terlihat pada usia kehamilan 7 minggu.

Dengan bantuan USG vagina, tambah Dr. Andon, gambaran janin atau kantung janin dapat terlihat, apakah ukurannya sudah mencapai 20 milimeter. Tapi bila belum terlihat, maka bisa jadi Anda mengalami kehamilan kosong.

“Jika janin belum terlihat sedangkan diameter kantung kehamilan masih belum mencapai 20 mm, maka sangat dianjurkan untuk melakukan USG ulang dalam 1-2 minggu kemudian,” sarannya.

Hingga saat ini, penyebab terjadinya kehamilan kosong masih belum diketahui. Tapi dari beberapa pengalaman klinis, Dr. Andon memperkirakan ada kaitannya dengan kelainan kromosom pada janin.

“Ini dapat terjadi akibat sel telur yang kurang baik, dibuahi oleh sperma normal atau sebaliknya, sperma yang kurang baik membuahi sel telur yang normal.”

Komplikasi juga kerap dialami oleh pasien dengan kehamilan kosong, yaitu pendarahan akibat kehamilannya tidak normal. “Perdarahan ini terjadi akibat tubuh berusaha mengeluarkan hasil konsepsi yang tidak normal,” jelasnya.

Perdarahan akan terhenti, bila seluruh hasil konsepsi berhasil dikeluarkan dari rahim. “Jika hasil konsepsi tidak dapat keluar sempurna, maka diperlukan bantuan kuretase oleh dokter,” ungkap Dr. Andon lagi.

Agar pendarahan tidak terjadi terus menerus, ada dua cara yang umumnya dilakukan untuk mengeluarkan kehamilan kosong. Yaitu dengan menggunakan obat atau melakukan kuretase. “Tapi kuretase memiliki kelebihan karena dapat dilanjutkan dengan pemeriksaan kromosom,” sarannya.

Meski begitu, blighted ovum tidak terkait dengan gangguan kesuburan, sebab bisa saja kehamilan selanjutnya bisa berjalan normal. Tapi bila kehamilan kosong kembali berulang, maka kemungkinan besar terdapat kelainan kromosom menetap pada salah satu dari suami-istri.

“Tapi yang perlu diingat, “blighted ovum” juga tidak terkait dengan kanker rahim,” jelas Dr. Andon. Ia pun mengatakan bahwa hingga kini masih belum ada cara untuk mencegah terjadinya kehamilan kosong ini.

halohalo.co.id

Mungkinkah Anda Melahirkan Anak Kembar?

22.28 Posted In Edit This 0 Comments »

Beberapa orang menganggap, memiliki anak kembar adalah hal yang menyenangkan. Padahal faktanya tidak demikian, karena dengan memiliki anak kembar, Anda harus membagi waktu Anda untuk dua orang bayi yang membutuhkan perhatian Anda di waktu yang sama.

Meski begitu, ada beberapa orangtua yang cenderung memiliki kemungkinan untuk mendapatkan anak kembar, baik kembar dua bahkan lebih. Apa saja tanda-tanda orangtua yang kemungkinan besar memiliki anak kembar?

1. Sejarah keluarga
Apabila di dalam keluarga Anda memiliki sejarah kelahiran kembar, seperti ibu, saudara kandung, paman atau sepupu yang kembar, Anda dapat berharap suatu saat akan mendapatkan anak kembar tanpa susah payah.

Kelahiran kembar, umumnya terjadi secara turun menurun. Jika ibu Anda atau garis keturunan ibu ke atas, memiliki sejarah kelahiran kembar, maka Anda memiliki gen dengan kecenderungan hiperovulasi yaitu pelepasan sel telur secara berlebihan yang memungkinkan mengandung anak kembar.

2. Gemuk atau berat badan berlebih
Penelitian yang dimuat pada American College of Obstetrics and Gynecology, menunjukkan hubungan yang erat antara kecenderungan kelahiran kembar dengan naiknya kasus obesitas.

Menurut penelitian, ibu dengan Body Mass Index (BMI) lebih dari 30, berpeluang mengandung anak kembar. Tapi statistik ini hanya berlaku bagi pasangan dengan sejarah keluarga kelahiran kembar.

3. Hamil diusia tua
Wanita yang hamil di usia tua, besar kemungkinannya memiliki anak kembar, dibanding wanita yang hamil di usia muda. Diperkirakan, ovulasi akan semakin cepat seiring usia biologis yang juga bergerak cepat. Sekitar 17% wanita yang hamil di atas 45 tahun, berpeluang mengandung anak kembar.

Lima tahun lagi, sekitar usia 50 tahun, peluangnya makin besar yaitu 1 banding 9. Hanya saja, mengandung di usia tua sangat berisiko, dari keguguran hingga meningkatnya kadar gula selama hamil. Bayinya pun kemungkinan besar akan mengalami kelainan kromosom.

4. Sekali melahirkan kembar, selanjutnya pun kembar
Apabila dikehamilan pertama Anda melahirkan anak kembar, kemungkinan besar di kehamilan berikutnya pun akan kembar. Sebab ibu yang memiliki anak kembar, empat kali lipat lebih besar kemungkinannya daripada yang belum pernah mengandung.

5. Konsumsi umbi-umbian dan susu
Meski belum terbukti secara medis, namun jenis umbi-umbian, seperti ubi dan kentang diketahui dapat membuat seseorang mendapatkan anak kembar.

Salah satu buktinya, etnis Yoruba di Afrika Barat yang penduduknya sebagian besar mengkonsumsi umbi-umbian, terkenal sebagai negara dengan kelahiran kembar tertinggi di dunia. Diyakini bahwa umbi-umbian memiliki zat kimia yang memicu terjadinya hiperovulasi.

Sedangkan penelitian di tahun 2006 lalu memperlihatkan, wanita yang mengkonsumsi susu lebih banyak, cenderung memiliki kemungkinan besar untuk mengandung anak kembar.

6. Melakukan program fertilitas
Program teknologi reproduksi yang pesat saat ini, juga memungkinkan tingginya kelahiran kembar akibat penggunaan obat yang menstimulasi terjadinya ovulasi dan sistim bayi tabung yang memungkinkan adanya embrio lebih dari satu di rahim ibu.

7. Sering melahirkan
Semakin banyak yang telah Anda miliki, kemungkinan mengalami kehamilan kembar juga semakin besar. Tapi tak ada yang bisa memastikan setelah berapa kali kehamilan akan terjadi kehamilan kembar.

8. Hamil saat masih menyusui
Banyak yang beranggapan, saat menyusui, seorang wanita tidak dapat hamil. Tetapi proses laktasi menjaga ibu tetap berovulasi dan mengalami menstruasi. Beberapa peneliti juga mendukung teori yang menyatakan kehamilan kembar meningkat saat ibu tengah menyusui.

9. Mengandung meski menggunakan kontrasepsi pil
Kontrasepsi pil dianggap sangat efektif dengan tingkat keberhasilan hingga 99,9 persen. Tetapi kemungkinan 0,01 persennya memungkinkan untuk kehamilan kembar. Kehamilan yang terjadi saat mengkonsumsi pil kontrasepsi, biasanya akibat pemakaian yang tidak konsisten. Ketidakteraturan pemakaian, memicu perilaku hormon yang berubah-ubah yang mengakibatkan hiperovulasi.

10. Tanpa sebab, alias tengah ‘beruntung’
Tak sedikit kasus kelahiran kembar yang tidak cocok pada beberapa kriteria klasik di atas, serta tak dapat diketahui penyebabnya. Kembar identik (monozigot twin) yang banyak terjadi pun, hingga kini penyebabnya masih misterius. Tak ada yang bisa meramalkan, kapan dan bagaimana sebuah sel telur akan memecahkan diri menjadi dua janin.

halohalo.co.id

Solusi Kaki Bengkak Saat Hamil

22.27 Edit This 0 Comments »

Bengkak kaki merupakan problem yang lazim terjadi pada wanita yang sedang berbadan dua. Wanita hamil umumnya mengalami perubahan berat badan yang signifikan. Berat badan bertambah kurang lebih 11-15 kg. Pertambahan ini otomatis akan mempengaruhi sistem tubuh secara keseluruhan.

Kaki menanggung beban tubuh yang paling berat selama hamil. Karenanya berbagai gangguan sering terjadi pada anggota tubuh ini. Salah satunya adalah kaki bengkak. Lantas, bagaimana cara mengatasinya?

  • Bila sedang berbaring, letakkan kaki di atas tumpukan bantal kecil. Sebaiknya Anda tidak berbaring pada satu posisi. Berbaring pada posisi yang berlainan dapat mengurangi tekanan pada pembuluh darah.
  • Hindari berdiri atau duduk terlalu lama. Usahakan memperbanyak gerak agar sirkulasi darah lancar. Latihan yang baik adalah jalan kaki dan senam secara teratur.
  • Kenakan sepatu ber-hak rendah agar Anda tidak mudah kehilangan keseimbangan dan sikap tubuh terjaga.
  • Istirahat teratur. Luangkan waktu sekitar 15 menit untuk mengistirahatkan seluruh anggota tubuh serta melancarkan peredaran darah.
  • Perhatikan asupan makanan. Sebaiknya kurangi konsumsi garam secara berlebihan karena dapat mengakibatkan tekanan darah tinggi. Jika wanita hamil terkena tekanan darah tinggi, maka otomatis kaki akan bengkak.
  • Manjakan Kaki. Ada dua cara untuk memanjakan kaki selama hamil, yaitu siramlah kaki dengan air dingin. Mulailah dari telapak kaki, lutut, paha hingga pantat. Kemudian lakukan penyiraman dari atas ke bawah. Ulangi gerakan tersebut selama beberapa menit sambil mengerak-gerakkan jari kaki Anda. Setelah itu rendam kaki dalam air hangat yang dicampur dengan garam atau jeruk nipis. Upaya memanjakan kaki lainnya adalah dengan cara memijatnya dan tekan-tekanlah telapak kaki dengan menggunakan baby oil atau baby lotion setiap pagi dan malam. Kedua cara ini efektif. mencegah kaki menjadi bengkak, juga menjaga kesehatan dan keindahan kaki Anda selama hamil.
  • Jika Anda mengalami pembengkakan pada pagi hari atau berat badan Anda bertambah lebih dari 1 kg setiap minggu pada pertengahan kehamilan, waspadalah. Karena ini bisa jadi merupakan tanda-tanda terjadinya keracunan kehamilan. Segera periksakan ke dokter!

info-sehat.com

Yuk Olahraga Hamil

22.26 Edit This 0 Comments »

Banyak ahli merekomendasikan olahraga selama hamil, karena dapat mengatasi sakit punggung, mencegah konstipasi, membuat tubuh bugar, membantu proses persalinan lebih cepat dan mudah, serta membuat ibu cepat pulih dimasa nifas.Bagaimana panduan olahraga untuk ibu hamil?

Sebelum Olahraga

  • Sudah disetujui dan direkomendasikan oleh dokter kandungan.
  • Makan lengkap, misalnya nasi dan lauk pauk, harus dilakukan 2 jam sebelum olagraga. Makan camilan dan minumjus buah masih boleh dilakukan minimal 30 menit sebelumnya.
  • Lakukan pemanasan dan peregangan. Misal,jalan kaki 5-7 menit, lalu lakukan gerakan peregangan sederhana ( bisa sambil berdiri atau duduk ).

Selama Olahraga

  • Minum secukupnya setiap 15 menit sekali, khususnya jika berolahraga di luar ruangan.
  • Jika lelah, kurangi langsung intensitas olahraga.

Setelah olahraga

  • Lakukan pendinginan dan peregangan.boleh juga dilanjutkan dengan floor exercise atau peregangan sambil duduk atau berbaring.
  • Jangan makan lengkap selama 2 jam usai olahraga untuk menghindari gangguan pencernaan. Usai olahraga, tubuh memerlukan waktu untuk mengembalikan darah dari otot-otot besar yang aktif saat berolahraga – ke organ-organ tubuh yang berperan dalam pencernaan.

” lampu kuning” olahraga
Kondisi kehamilan yang membuat anda harus lebih waspada berolahraga:

  • Pernah beberapa kali keguguran.
  • Sebelum melahirkan bayi prematur, atau saat ini beresiko melahirkan bayi prematur.
  • Kelainan letak plasenta, misal, plasenta previa.
  • Pendarahan.
  • Mengalami gangguan persendian di seputar panggul.
  • Mengidap gangguan jantung.
  • Mengidap tekanan darah tinggi.
  • Hamil kembar.

Ada Contoh Olahraga, yang dapat dilakukan oleh para ibu hamil yaitu Jalan Kaki dan Bersepeda Statis.

info-sehat.com

Makanlah Pisang Jika Ingin Anak Laki-laki

22.24 Posted In Edit This 0 Comments »

Sengaja bercinta pada bulan purnama, menghindari atau justru melakukan gaya tertentu saat berhubungan badan, banyak dilakukan pasangan yang ingin memiliki anak dengan jenis kelamin tertentu.

Mitos-mitos tersebut belum pernah dapat dibuktikan kebenarannya dari segi ilmu pengetahuan, namun satu tim peneliti membuktikan hubungan antara makanan sang calon ibu dengan jenis kelamin bayi dalam kandungannya.

Penelitian dari universitas Exeter dan Oxford itu menemukan bahwa perempuan yang diet rendah kalori dan tidak sarapan saat masa pembuahan, punya kemungkinan lebih besar melahirkan bayi perempuan.

Penelitian yang diterbitkan dalam suatu jurnal pada pertengahan pekan ini juga menyebutkan bahwa ibu dengan asupan energi lebih tinggi punya kemungkinan lebih besar untuk memiliki bayi laki-laki.

“Penelitian ini mungkin membantu untuk menjawab pertanyaan, mengapa di negara maju, dengan kaum perempuan muda yang umumnya diet rendah kalori, jumlah bayi laki-laki makin sedikit,” kata Fiona Mathews, pemimpin penelitian tersebut sebagaimana dikutip berbagai media dan situs berita.

Menghindari sarapan mungkin diterjemahkan tubuh sebagai isyarat rendahnya ketersediaan makanan sehingga membuat tubuh menekan kadar gula darah.

Jenis kelamin secara genetik ditentukan oleh sang ayah, dan diketahui pula bahwa kadar glukosa yang tinggi akan mendorong pertumbuhan serta perkembangan embrio laki-laki sekaligus menghalangi embrio perempuan. Hal yang belum jelas adalah mekanisme persis dari proses tersebut.

“Sang ibu sepertinya bisa mempengaruhi sperma atau sel telur sejak tahap awal, bahkan kemungkinan sebelum berada di rahim.” kata Mathews, peneliti dari Universitas Exeter.

“Kami juga bisa membenarkan dogeng ibu-ibu zaman dulu bahwa makan pisang hingga punya asupan potasium yang banyak ada kaitannya dengan mengandung bayi laki-laki.” lanjut Mathews.

Menurut dia, yang belum terbukti adalah mitos minum banyak susu agar punya bayi perempuan. “Bahkan sebaliknya, minum banyak susu berarti makin banyak kalsium masuk sehingga lagi-lagi kemungkinannya lebih besar memiliki bayi laki-laki.”

Mathews menyatakan tidak perlu membedakan energi yang didapat berasal dari karbohidrat atau lemak. “Yang penting, berapa jumlah kalori yang didapat.”

Mereka yang makan sekitar 2.200 kalori per hari memiliki kemungkinan punya bayi laki-laki 1,5 kali lebih besar dibanding calon ibu yang makan sekitar 1.850 kalori per hari.

Para ilmuwan memperingatkan para calon perempuan hamil agar tidak mengkonsumsi garam secara berlebih jika mengubah makanan mereka karena dapat membahayakan.

Jika ingin punya anak laki-laki, lanjut dia, makan sereal setiap hari dalam batas wajar serta potasium, kalsium, sodium secukupnya ditambah asupan protein, merupakan salah satu pilihan yang baik.

Mathews dan koleganya mempelajari 740 perempuan Inggris yang sedang hamil pertama. Para peneliti tersebut menemukan bahwa 56 persen dari kelompok yang tertinggi tingkat asupan energinya ternyata mengandung anak lelaki, sedangkan kelompok dengan asupan energi terendah, hanya 45 persen yang mengandung bayi lelaki.

“Perempuan yang mengandung bayi laki-laki juga lebih tinggi 300mg dalam konsumsi asupan potasium. Jadi makanan seperti pisang adalah baik,” katanya.

Sebagian peneliti sejak bertahun-tahun lalu telah memperingatkan adanya perubahan rasio jenis kelamin di negara-negara maju. Ketika itu yang dituding sebagai penyebab adalah polutan dan bahan kimia sintetis, misalnya beberapa pestisida, karena hal itu mengganggu hormon manusia.

Penelitian itu tidak menemukan bukti hubungan antara jenis kelamin bayi dengan kebiasaan merokok atau minum kafein dari sang ibu. Tidak ditemukan pula adanya hubungan antara indeks massa tubuh (BMI) si ibu dengan jenis kelamin anaknya.

Penemuan terbaru itu diterbitkan di jurnal Proceedings of the Royal Society B: Biological Sciences.

Namun, professor Stuart West, dari Edinburgh University, mengingatkan kaum perempuan untuk sangat berhati-hati jika menerapkan pola makan tertentu dalam usaha mempengaruhi jenis kelamin bayi dalam kandungan.

Dia menyatakan penelitian-penelitian serupa yang dilakukan kepada hewan menunjukkan banyaknya variasi efek dari langkah tersebut, karena itu studi Mathews dan para koleganya masih harus didalami lebih lanjut.

“Mengubah pola makan akan berdampak pada kesehatan ibu dan anak,” katanya.

West mengemukakan, efek makanan terhadap jenis kelamin bayi seperti dalam penelitian itu sebenarnya relatif kecil.

Pernyataan West senada dengan Dr Allan Pacey, ahli kesuburan dari University of Sheffield.

“Saya mengimbau kaum perempuan jangan mencoba sengaja membuat dirinya kelaparan untuk mempengaruhi jenis kelamin bayinya,” kata Pacey.

“Sudah terbukti bahwa perubahan kecil dalam pola makan dapat berdampak panjang pada hidup keturunannya, jadi sangat penting bahwa seorang ibu makan gizi yang cukup saat pembuahan dan selama kehamilan.”

Aditia Maruli
antara.co.id

Seks Aman untuk Perempuan Hamil

22.21 Posted In Edit This 0 Comments »

Hamil tidak harus berarti stop berhubungan seks lagi. Pasangan suami istri masih dapat melakukan hubungan seks, kecuali jika ada alasan medis dan atas saran dari dokter untuk tidak melakukannya.

Akan tetapi pada saat kehamilan sudah semakin membesar maka perut akan semakin besar pula, sehingga disarankan agar perempuan hamil perlu melakukan dan mencari posisi seks yang nyaman.

Beberapa pakar kesehatan menegaskan, pada kehamilan muda usia tiga bulan atau trimester pertama, pasutri masih harus waspada dan sebaiknya tidak melakukan hubungan intim dulu. Hal ini berlandaskan pada alasan karena tiga bulan pertama merupakan masa rawan di mana janin mulai terbentuk. Kalau terkena benturan sedikit, janin rawan keguguran.

Namun demikian, berhubungan seks saat hamil tidaklah membahayakan bila dilakukan dengan sangat hati-hati. Bahkan, beberapa pakar kandungan mengatakan bahwa melakukan hubungan intim sangat dianjurkan untuk memperlancar proses persalinan.

Berikut ini adalah posisi seks yang aman dilakukan pada kehamilan trimester II:

1. Woman on Top; Posisi ini yang paling nyaman untuk banyak perempuan hamil terutama karena dapat menghindari tekanan yang berlebihan pada bagian perut dan sekaligus dapat mengontrol kedalaman penetrasi.

2. Sitting Style; Posisi ini biasanya pada kehamilan pertengahan atau lanjut di mana tidak memerlukan banyak gerakan. Pria duduk dan perempuan duduk di atasnya saling berhadapan atau membelakangi sang pria, bila perut sudah sangat besar. Posisi ini juga memungkinkan perempuan untuk mengontrol kedalaman penetrasi.

3. Posisi laki-laki di atas tetapi berbaring hanya sepatuh tubuh.

4. Standing Style.

Mengenai ’strategi’ pemilihan posisi saat berhubungan seks ini sangat beragam, semua tergantung pada kesiapan fisik dan psikis yang bersangkutan. Bagi sebagian perempuan, kehamilan justru meningkatkan dorongan seksual, tetapi bagi sebagian lain tidak berpengaruh. Sementara bagi perempuan yang lain, kehamilan justru menekan atau menurunkan dorongan seksual.

Sementara itu, seks ketika hamil dipengaruhi oleh beberapa hal yang berbeda-beda. Hal-hal yang mempengaruhi aktivitas seksual seseorang ketika sedang hamil, yaitu:

  • Kepercayaan yang telah dimiliki tentang seks
  • Kepercayaan yang pasangan miliki tentang seks
  • Kondisi fisik pada saat kehamilan
  • Kondisi emosional pada saat kehamilan

Di luar dari faktor-faktor tersebut, sebenarnya seks pada saat kehamilan bisa lebih nikmat. Cairan vagina lebih meningkat dan perubahan pada area genital membuat beberapa orang justru lebih bisa merasakan orgasme.

Sekedar mengingatkan, apapun jenis posisinya, usahakan bahwa yang paling penting dari semua posisi seks selama kehamilan ini hendaknya TIDAK memberikan tekanan ke bagian perut perempuan hamil. (xbl)

perempuan.com

Kenali Gejala Keguguran

06.34 Posted In Edit This 0 Comments »

Jika Anda yang saat ini tengah hamil, perlu diwasapadai beberapa hal yang bisa menyebabkan keguguran. Namun ada hal-hal yang juga harus Anda perhatikan ketika gejala-gejala keguguran mulai Anda rasakan. Gejala keguguran meliputi :

1. Pendarahan ringan maupun berat pada vagina, baik yang teratur maupun yang tidak teratur. Meskipun pendarahan sering menjadi tanda pertama keguguran, pada masa trisemester pertama kehamilan mungkin juga terjadi pada kehamilan yang normal. Dan biasanya pendarahan terjadi terus menerus, paling tidak selama 3 hari.

2. Rasa sakit. Mungkin Anda mengalami keram pada panggul, sakit pada perut bagian tengah atau sakit pada bagian bawah punggung. Sakit mungkin akan dirasakan selama beberapa jam hingga beberapa hari setelah pendarahan dimulai.

3. Penggumpalan darah atau keabu-abuan pada jaringan lunak (pada janin) yang melewati vagina. Ketika Anda mendapati gumpalan darah tersebut, bawalah kepada dokter untuk mengeahui kepastian apakah Anda mengalami keguguran atau tidak.

4. Kelelahan yang teramat sangat. Anda merasa loyo dan tidak bertenaga, lemas dan tidak mampu menopang tubuh dengan baik. Bisa jadi ini merupakan tanda awal akan terjadi keguguran.

Tidak selalu mudah untuk mengatakan apakah keguguran memberi peranan. Keguguran kadang tidak terjadi pada gejala awal tetapi ada mata rantai yang terjadi selama beberapa hari.

Hal-hal yang dapat meningkatkan risiko keguguran :

  1. Usia Anda di atas 35 tahun
  2. Pernah mengalami keguguran sebelumnya (tiga kali atau lebih)
  3. Sindrom Polycystic ovary, dimana dapat menyebabkan masalah ovulasi, obesitas, meningkatkan tingkat hormon pada pria dan meningkatkan risiko diabetes.
  4. Terinfeksi bakteri atau virus semasa kehamilan
  5. Sejarah melahirkan dengan bayi cacat
  6. Terkena bahan kimia seperti, benzene, arsenic atau formaldehyde sebelum dan selama kehamilan.
  7. Meminum minuman berakohol
  8. Merokok ketika hamil
  9. Penggunaan obat-obatan terlarang
  10. Terkena gigitan ular
  11. Mengonsumsi banyak kafein selama kehamilan

Chorionic Villus Sampling (CVS) atau amniocentesis untuk memeriksa kemungkinan lahir cacat atau masalah genetik. Ketika dilakukan oleh orang yang terlatih, satu penelitian menunjukkan bahwa tes tersebut terdapat risiko keguguran sekitar 1 berbanding 400. Beberapa penelitian menunjukkan risiko yang lebih tinggi. Risiko besar ini mungkin cenderung kepada medical center yang kurang berpengalaman, khususnya untuk CVS.

Namun. berhadapan dengan monitor komputer atau selimut listrik, hubungan seksual dan latihan-latihan fisik ringan tidak meningkatkan risiko keguguran.

mediahidupsehat.com